Bekraf Dukung Optimalisasi Bisnis Periklanan Nasional - Acehinfo.id

Breaking

Rabu, 17 Juli 2019

Bekraf Dukung Optimalisasi Bisnis Periklanan Nasional




Bekraf, Aceh – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan workshop Future Local Advertising Workshop (FLOW) sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap optimalisasi bisnis periklanan untuk bertransformasi ke dunia digital pada Rabu-Jumat (17-19/7/2019) di Hotel Mekkah Banda Aceh.

“FLOW merupakan upaya praktis yang kami lakukan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif subsektor periklanan di tingkat lokal, sekaligus mendorong kemajuan dunia komunikasi pemasaran di daerah,” ujar Kasubdit Edukasi Subsektor Ekonomi Kreatif Bekraf, Toar R.E Mangaribi, Rabu (17/7/2019).


Transisi ke era digital mengubah kondisi bisnis periklanan tidak hanya nasional tetapi juga global. Pergeseran tersebut tidak hanya terjadi pada penggunaan new media dan pengolahan pesan tetapi juga pada sumber daya manusia hingga model bisnis.


Menurut Toar R.E Mangaribi, yang paling merasakan dampak dari pergeseran ini adalah biro periklanan di daerah. Menurunnya oplah media cetak dan lambatnya perubahan media konvensional ke platform digital berdampak besar pada eksistensi periklanan di daerah. Hal ini memerlukan upaya konkret untuk merubah model bisnis industri periklanan di tingkat lokal agar mampu menyesuaikan diri dengan dunia digital.


Menurut data BPS 2016, subsektor periklanan menyumbang sekitar 0,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional. Di subsektor ini terdapat 3.055 jumlah usaha dengan persebaran terbanyak di DKI Jakarta yakni 1.292 jumlah usaha. Selain DKI Jakarta, pesebaran subsektor ini juga meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Walaupun mayoritas pertumbuhan masih berfokus di Pulau Jawa, subsektor periklanan di wilayah luar Jawa tetap tumbuh dan berkembang. Tercatat sebayak 303 jumlah usaha yang ada di wilayah Sumatra.

Melihat hal ini, Bekraf menilai perlunya memberikan perhatian khusus  kepada pelaku ekraf di subsektor periklanan tidak hanya yang berada di Pulau Jawa melainkan di wilayah lain di luar Jawa untuk bisa mendorong optimalisasi dan akselerasi peningkatan kuantitas jumlah usaha  sekaligus mengembangkan ekosistem dan kualitas pelaku ekraf di subsektor ini.


Kota pertama yang terpilih sebagai tempat penyelenggaraan FLOW adalah Banda Aceh. Komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap perkembangan industri kreatif di wilayahnya mendorong Bekraf untuk memilih Banda Aceh sebagai salah satu wilayah pengembangan subsektor periklanan. Bekraf berharap program ini mampu menstimulus pengembangan ekonomi kreatif khususnya subsektor periklanan di Banda Aceh dan sekitarnya.


Workshop selama dua hari ini dihadiri oleh narasumber berpengalaman, diantaranya President Director Dentsu One, Janoe Arijanto; Direktur Utama Kharisma Advertising, Hery Margono; Co-Founder RWE Digital Agency, M. Hafidullah; Head of Media, Publicist One Indonesia, Ernita Ariestanty; CEO RWE Digital Agency; David Riyanto; dan perwakilan Google Indonesia, Ishak Reza.


Tentang Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.