Pulau Banyak International Festival Target 3 Ribu Wisatawan - Acehinfo.id

Breaking

Selasa, 23 Juli 2019

Pulau Banyak International Festival Target 3 Ribu Wisatawan

📷 Hendrik

Pembukaan Pulau Banyak International Festival yang dibuka langsung Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid berlangsung meriah dan sukses, Senin (22/7/2019) malam di Pulau Balai.

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata dan Pemuda Aceh Singkil tersebut akan berlangsung dengan sejumlah agenda, seperti jalan santai, festival kuliner, camping dan masih banyak agenda menarik lainnya.

“Momen ini akan kita manfaatkan sebagai jalannya edukasi melalui pelatihan sumber daya wisata dan pemandu wisata,” sebut Dulmusrid.

Berdasarkan data dari 2018, kata Dulmusrid, jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Pulau Banyak tercatat 6.735 orang sementara wisatawan mancanegara 2.557 orang dan akan terus bertambah pada tahun yang akan datang.

“Untuk pengunjung di festival ini sendiri kita target 2 ribu hingga 3 ribu orang dan akan tumpah ruah selama lima hari kedepan,” harapnya.

Jika seorang pengunjung menghabiskan biaya sebesar minimal sebesar 300 ribu per orang, urai Dulmusrid, maka perputaran uang selama kegiatan berlangsung bisa mencapai hingga 9 miliar.

“Dalam jangka pendek pendapatan yang dihasilkan masyarakat setempat akan berputar fastastis, warung akan sangat banyak pesanan maupun penginapan terisi penuh. Transportasi akan kebanjiran orderan serta perekonomian lainnya,” sebut Dulmusrid.

Ia meminta kepada masyarakat di Pulau Banyak untuk menyambut baik seluruh tamu yang berkunjung dengan ramah tamah.

“Berikan pelayanan sepenuh hati agar mereka (wisatawan, -ted) terkesan dan akan kembali lagi ke Pulau Banyak,” sebutnya.

Kedepan, Dulmusrid menilai sektor wisata sangat berdampak positif bagi kemajuan Kabupaten Aceh Singkil, maka dari itu sektor wisata menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi Aceh Singkil.

Pemerintah Aceh Singkil membuka seluas-luasnya bagi investor yang ingin bekerja sama mengembangkan wisata kepulauan banyak dalam berbagai sektor.

“Seperti transportasi, hotel dan sektor lainnya tanpa harus meninggalkan kearifan lokal,” kata Dulmusrid.