Wow, Aceh Punya 736 Sumur Gas - Acehinfo.id

Breaking

Kamis, 18 Juli 2019

Wow, Aceh Punya 736 Sumur Gas

BANDA ACEH | AcehInfo -Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan serah terima data hulu minyak dan gas (migas) di wilayah Aceh kepada Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, pada Rabu lalu (17/7). Data hulu migas yang diserahkan pada tahap pertama itu antara lain, data sumur digital sebanyak 317 buah dari 736 yang terdapat di Pusdatin dan data hasil survei 2 dimensi seismik Post Stock 812 lintasan dari 1.951 lintasan. Sedangkan data hasil survei seismic 3 dimensi terbaru yang baru dilakukan Abitech pada tahun 2019, belum diserahkan.

Seperti dilansir Aceh.Tribunnews.com, penyerahan itu dihadiri Kepala Pusdatin ESDM, Agus Cahyo Adi, Direktorat Jenderal Hulu Migas ESDM, Al Azni Surya, Kepala Bidang Migas Dinas ESDM Aceh, Ian Budi Darma, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPMA, Azhari Idris, serta Deputi Perencanaan dan Operasional, Teuku Muhammad Faisal.

Plt Kepala BPMA, Azhari Idris mengaku, pihaknya menyambut baik kegiatan serah terima data hulu migas yang diharapkan bisa membawa dampak positif bagi pengembangan industri migas di Aceh ke depan. Data itu, jelasnya, akan menjadi referensi dalam mempromosikan potensi sumber migas yang ada di Aceh kepada investor migas yang ada di Indonesia maupun luar negeri. “Ini merupakan sebuah privilage bagi Aceh agar kita bisa melakukan pengelolaan data hulu migas sendiri,” ujarnya.

Kepala Bidang Migas Dinas ESDM Aceh, Ian Budi Darma menambahkan, penyerahan data hulu migas Aceh dari Pusdatin Kementerian ESDM itu merupakan tindak lanjut dari perintah MoU Helsinki dan UUPA Nomor 11 Tahun 2006. Menurut Ian, tidak semua orang bisa mengetahui dan mengakses data migas, apalagi yang masih bersifat rahasia.

Sedangkan Kepala Pusdatin Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi menerangkan, data hulu migas yang diserahkannya itu diharapkan bisa membantu Pemerintah Aceh dan BPMA dalam mempromosikan sumber potensi migas yang ada di Aceh untuk dieksplorasi dan eksploitasi dalam rangka meningkatkan investasi migas di Aceh.

Agus menjelaskan, data merupakan media untuk mencari minyak dan gas. Informasinya disebarkan supaya bisa membantu pemerintah agar cadangan migas dalam perut bumi bisa dikelola dengan lebih baik. “Namun, ada dua hal utama yang tidak bisa diekspose ke publik, yakni intelectual property right dan strategi bisnis. Sedangkan informasi lainnya, silakan,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPMA, Azhari Idris yang dimintai penjelasannya terkait belum diserahkannya hasil survei seismic 3 dimensi yang baru dilakukan Abitech mulai dari pantai Aceh Timur hingga Pidie itu, menerangkan bahwa data hasil survei itu saat ini masih dipelajari dulu pihak Kementerian ESDM.

“Waktu untuk mempelajarinya bisa 2 tahun. Karena pihak perusahan yang mau melakukan ekplorasi dan ekploitasi produksi juga lebih dulu melakukan kajian dengan teliti. Sebab, jika sumber potensi migas pada saat dilakukan ekplorasi tidak membuahkan hasil, maka yang akan menanggung kerugiannya adalah pihak perusahaan yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi produksi itu,” ulasnya.

Untuk data hasil survei 3 dimensi potensi migas tersebut, tukas Azhari Idris, akan menguntungkan Aceh karena sudah punya data survei terbaru. “Jika nanti, perusahaan migas yang melakukan eksploitasi berhasil memproduksi sumber potensi migas yang ada di daerah yang sudah disurvei tersebut, penerimaan dana tambahan bagi hasil migas untuk Aceh akan bertambah besar,” tandasnya.[acehtribunnews]