2 Tahun Irwandi - Nova, Aceh Terus Berbenah - Acehinfo.id

Breaking

Selasa, 06 Agustus 2019

2 Tahun Irwandi - Nova, Aceh Terus Berbenah



Banda Aceh | Acehinfo.id - Selama dua tahun Irwandi-Nova memimpin Aceh, berbagai permasalahan masyarakat Aceh telah diselesaikan. Selain itu, berbagai program unggulan terus diterapkan demi memacu kemajuan Aceh dalam berbagai sektor.

Seperti program Aceh Energi, pemerintah Aceh terus memacu pengadaan listrik ke seluruh Aceh dan kepada masyarakat kurang mampu. Hingga saat ini, pemerintah Aceh telah berhasil melakukan pemasangan instalasi listrik pada 8.825 Rumah Sederhana.

Selain itu, sebanyak 246 unit lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya, serta memasang sebanyak 1.609 unit PJU LED hemat energi dan memasang 1.091 unit PJU lampu ornamen.

Pemerintah Aceh juga telah membangun sebanyak 324 unit sumur sebagai bagian dari penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam rangka melakukan percepatan pengembangan energi terbarukan telah disusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di 3 kabupaten dan kelayakan pembangunan PLTMH di Kabupaten Aceh Tengah.

Disamping itu, untuk pengembangan energi panas bumi (geotermal) telah dilakukan koordinasi, pembinaan, dan pengawasan di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Seulawah Agam Kabupaten Aceh Besar, WKP Jaboi Kota Sabang, dan WKP Geureudong di Kabupaten Pidie.

Selain itu, keberhasilan Pemerintah Aceh juga bisa dilihat dari implementasi program Aceh Meugoe dan Meulaot.

Program ini fokus pada pengembangan budidaya perikanan, pengembangan perikanan tangkap, peningkatan nilai tambah produksi perikanan, dengan mendorong pemberdayaan perekonomian masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Aceh telah membangun 17 cluster budidaya perikanan, BLU PPS di Lampulo dan Idi. Budidaya Perikanan Air Tawar dan Laut di 23 kabupaten/kota.

Sebagai bentuk pengawasan, Pemerintah Aceh juga dilaksanakan patroli Marine Control System (MCS) Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 571 di Bireuen dan Aceh Utara, patroli MCS WPP 572 di Meulaboh dan Singkil.

Berbagai inovasi, program dan kegiatan yang dilakukan Pemerintah Aceh berimbas pada peningkatan nilai ekspor hasil perikanan Aceh sebesar Rp.62,23 miliar lebih. Hasil ini melampaui target RPJM sebesar Rp.16,13 miliar lebih.

Di tahun 2018, Pemerintah Aceh berhasil meraih juara II nasional Kategori Menu Kudapan pada Lomba Inovasi Masakan Berbahan Baku Ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Berbagai pencapaian di atas juga diperkuat dengan adanya program Aceh Troe yang diluncurkan dengan harapan seluruh masyarakat Aceh dapat memenuhi kebutuhan makanan bergizi.

Program ini sangat didukung oleh hasil bumi Aceh yang melimpah, khususnya dari sektor pertanian dan perkebunan. Kedua sektor ini merupakan sektor sangat besar untuk mendukung pelaksanaan pembangunan menuju terwujudnya Aceh Troe dan sejahtera. Aceh memiliki hamparan lahan perkebunan, lahan tanaman pangan, dan palawija. Hal itu dibuktikan 2 tahun pencapaian kerja Irwandi-Nova dapat menurunnya daerah rawan pangan, yang  sebelumnya 108 kecamatan menjadi 31 kecamatan saja.

Seluas 30 persen dari luas daratan Aceh adalah lahan pertanian dan perkebunan. Di samping itu, dari sekitar 5,2 juta penduduk Aceh, 70 persen di antaranya tinggal di pedesaan dan 70 persen dari mereka bekerja sebagai petani. Hal itu juga memberi efek pada peningkatan produktifitas  padi dari 5,3 ton per hektar pada tahun 2017 menjadi 5,7 ton per hektar pada tahun 2018.

Selain itu di dua tahun masa kerja Irwandi-Nova pelaksanaan program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM)/Toko Tani Indonesia (TTI) sangat berperan aktif dan terbukti efektif mengatasi anjloknya harga pada masa panen raya dan tingginya harga pada saat paceklik.  Hal ini menjadi instrumen yang dibuat Pemerintah Aceh untuk menahan gejolak harga dalam situasi tertentu, ini juga merupakan mekanisme yang berkelanjutan baik pada saat situasi suplai melimpah dan kurang atau sebagai stabilisator, dalam menjaga pasokan pangan pemerintah bersama masyarakat.

Sementara di Gayo yang menjadi sentra produksi kopi, hasilnya juga meningkat dari 773 kilogram per hektar pada tahun 2017 meningkat menjadi 777 kilogram per hektar pada tahun 2018.

Skor PPH (Pola Pangan Harapan) konsumsi tahun 2017 yaitu 73,3 meningkat menjadi 74,8 pada tahun 2018. Aceh Memperoleh sertifikasi akreditasi laboraturium  keamanan pangan. []