24.3 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

30 Juni 1880 : Pasukan Van Woortman Menyerang Batee Iliek

spot_img

Pada 30 Juni 1880, Letnan Van Woortman bersama 65 orang pasukannya mencoba menyusup ke Benteng Kuta Gle Batee Iliek. Namun sampai di Cot Meurak dihadang oleh pasukan Aceh, banyak serdadu Belanda yang tewas dan terluka.

Benteng Kuta Gle Batee Iliek merupakan benteng terakhir yang bisa ditaklukkan oleh Belanda. Pertahanan rakyat Aceh di benteng itu sangat kuat. Penulis Belanda Paul Van ‘t Veer dalam buku De Atjeh-Oorlog yang diterbitkan tahun 1969 di Amsterdam oleh  Uitgeverij De Arbeiderspers mengungkapkan hal itu.

Paul Van ‘t Veer menulis, Benteng Kuta Gle di Batee Iliek diyakini oleh Belanda  sebagai dusun keramat yang dihuni oleh beberapa ulama yang sangat fanatik dalam berperang melawan Belanda. Pejuang Aceh di benteng itu mampu menangkis setiap serangan pasukan Belanda selancar mereka membaca Alquran.

Baca Juga: Kisah Teuku Umar Menculik Perempuan Denmark

Satu ketika setelah tiga tahun Samalanga sepi dari peperangan, taba-tiba tanggal 30 Juni 1880, Letnan Van Woortman dengan 65 orang pasukannya mencoba menyusup ke Benteng Kuta Gle Batee Iliek. Namun sampai di Cot Meurak sebelah utara Batee Ilek, pasukan Belanda itu dihadang oleh pasukan Aceh. Banyak serdadu Belanda yang tewas dan terluka.

Gubernur Hindia Belanda di Kutaraja, Van Der Heijden marah besar dengan peristiwa tersebut. Tanggal 13 Juli 1880, Van Der Heijden kembali mengirimkan ekspedisinya secara besar-besaran ke Samalanga untuk menyerang Banteng Kuta Gle. Belanda mengerahkan pasukan dalam jumlah banyak, terdiri dari satu kompi pasukan asli Belanda, 1 kompi inlander (tentara pribumi) dari Batalion 14 dan 1 kompi Ambon dari Batalion 3, serta 1 kompi garnizun dari Batalion campuran.

Mereka juga diperkuat 32 perwira dengan 1.200 tentara marsose. Semua pasukan itu diberangkatkan ke Samalanga. Dalam ekspedisi ini juga turut serta Panglima Tibang, bekas pembesar Sultan Aceh yang menyeleweng dengan Teuku Nyak Leman sebagai juru bahasa dan penunjuk jalan bagi Belanda.

Baca Juga :Jejak Atjeh Bioscoop Dalam Fragmen Sejarah

Beberapa kali Belanda melakukan serbuan menaklukkan Kuta Gle Batee Iliek tidak berhasil. Belanda terpaksa memundurkan pasukannya ke Cot Meurak. Di sini sambil mereka istirahat dan menyusun strategi penyerangan kedua ke Kuta Gle, Belanda juga harus menguburkan mayat-mayat serdadu mereka.

Pada 17 Juli 1880, Belanda kembali menyerang Kuta Gle. Dalam serbuan kedua ini rupanya Raja Samalanga Teuku Chik Bugis minta disertakan bersama dalam pasukan Belanda, dengan tujuan untuk menyesatkan arah pasukan Belanda hingga terjebak dengan pasukan Aceh dalam jumlah yang sangat besar.

Strategi Teuku Chik Bugis lagi-lagi membuat serangan Belanda ke Kuta Gle Batee Iliek menjadi konyol. Belanda harus buru-buru mundur dan banyak tentaranya yang tewas akibat dikibuli Teuku Chik Bugis. Hari itu juga Chik Bugis ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke Banda Aceh. Namun begitu, benteng Kuta Gle Batee Iliek tetap berdiri kokoh dengan kekuatan pasukan Aceh yang sangat ditakuti Belanda.

Baca Juga : Kisah Kapten Bode dan Meriam Cot Rang

Benteng Kuta Gle Batee Iliek, tak pernah direbut. Itu sebabnya Paul Van ‘T Veer menyebut Batee Iliek sebagai kampung kramat yang sangat sulit dihadapi oleh Belanda. Bidikan tembakan-tembakan marsose, ditangkis hebat para ulama yang sangat lancar membuat serangan perang terhadap Belanda. Ia menyebutnya selancar mereka membaca ayat-ayat Alquran.

Setelah 30 tahun lebih Benteng Kuta Gle Batee Iliek bertahan dari serangan-serangan besar Belanda, pada tahun 1901 Jenderal Van Heutsz kembali memimpin ekspedisi barunya ke Batee Iliek. Sehari sebelum penyerangan, 3 Februari 1901 Van Heutsz ke Batee Iliek ini, Van Heutsz lebih dulu merayakan ulang tahunnya yang ke-50.

Namun ekspedisi ini berhasil dilumpuhkan, hingga Van Heutsz baru berhasil menaklukkan Kuta Gle Batee Iliek pada tahun 1904, setelah tiga tahun melakukan peperangan melawan pejuang Aceh di wilayah Batee Iliek dengan jumlah korban yang tidak sedikit.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah