Newspaper Theme
Newspaper Theme

INFO POPULAR

Abu Mudi Ajak Masyarakat Aceh Sertifikasi Tanah Wakaf

Sponsored by

BIREUEN I ACEH INFO – Banyaknya tanah wakaf di Aceh yang masih belum terdata, bahkan tidak diketahui lagi statusnya, maka tanah wakaf perlu disertifikasi agar tidak berpindah tangan.

Hal itu dikatakan Ulama Kharismatik Aceh, Tgk H Hasanoel Basary atau yang lebih dikenal dengan Abu Mudi, dalam acara silaturrahmi dengan Staf Khusus Kementerian ATR/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bidang Hukum Adat, Dr M Adli Abdullah SH MCL di Dayah Mudi Mesra Samalang, Bireuen, Kamis (6/1/2022). 

Dikatakan Abu Mudi, saat ini banyak kasus tanah wakaf berpindah tangan, beralih fungsi atau tidak berbekas, apalagi lokasi tanah wakaf telah memiliki nilai ekonomis tinggi.

Menurut Abu Mudi, suatu kendala tidak masifnya sertifikat tanah wakaf ini karena adanya kampanye negatif, bahwa jika tanah wakaf disertifikatkan nanti akan diambil oleh negara, tidak oleh nazir wakaf (pengelola wakaf) lagi.

Staf Khusus Kementerian ATR/BPN Bidang Hukum Adat, Dr. M Adli Abdullah, SH, MCL menjelaskan, sertifikasi tanah wakaf penting dilakukan agar aset yang diserahkan kepada Allah memiliki kepastian. 

Lalu tidak digugat kembali oleh keluarga yang mewakafkan (wakif). Apa lagi ahli waris yang mewakafkan ini kondisi ekonominya sudah morat marit yaitu beda dengan orang tuanya dulu. 

Hal itu dikatakan Staf Khusus Menteri ATR/BPN putra kelahiran Serambi Mekkah, saat menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada Abu Mudi di Dayah Mudi Mesra Samalanga, Kabupaten Bireuen. 

Adli yang mendapat tugas khusus dari Sofyan A Djalil ikut didampingi oleh staf BPN Bireuen, yaitu Abdul Aziz, SH, selaku Kasi Pemberian Hak dan Pendaftaran, Awwaluddin Marza Kasubag Tata Usaha, Fakhrul Razi. SH Hadir juga Indra Anwar,SE, Analis Pertanahan. 

Adli Abdullah mengharapkan, pemerintah dayah di Aceh bisa menjadi penggerak penggerak masyarakat Aceh agar mensosialisasikan para nadhir tanah wakaf mengurus sertifikat tanah wakaf, dan tidak benar jika tanah wakaf sudah disertifikatkan akan diambil oleh. 

“Itu adalah hoax terbesar yang dikembangkan dalam masyarakat. Jangan abaikan program baik pak Menteri Sofyan Djalil ini, karena pencegahan dan sertifikasi tanah wakaf sangat penting untuk menghindari persengketaan di kemudian hari,” terang Adli 

Sementara itu, Abu Mudi sangat mendukung program penataan seluruh harta wakaf yang digagas oleh pak Sofyan Djalil ini. Pimpinan Pesantren Mudi Mesra Samalangan ini menghimbau kepada semua lembaga atau pribadi pengurus tanah wakaf untuk mengurus sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional, sebagai satu lembaga negara yang berhak untuk legalisasi aset di Indonesia termasuk tanah wakaf.

Karena tanah wakaf itu aset agama yang harus dijaga dengan baik. Tidak boleh beralih tangan, kecuali diurus oleh nazir yang ditunjuk oleh pewakif (yang mewakafkan).

Saya dari dulu tidak menyukai isu negatif yang menganggap membuat sertifikat itu seolah-olah tanah itu tidak penting. Bahwa ada yang menganggap harta agama tersebut ingin dikuasai pemerintah. Padahal bukan demikian.Justru dengan adanya sertifikat, status tanah itu terpelihara dan tidak penyerobotan oleh siapa pun. saja,” demikian ditegaskan Ulama Kharismatik Aceh Abu Mudi Samalanga.

PENULIS : FERIZAL HASAN 

Newspaper Theme

TERKINI