24.7 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Aceh Berduka untuk Abu Tumin

BANDA ACEH|ACEHINFO-Ulama karismatik Aceh, Teungku Muhammad Amin Mahmud Syah atau akrab disapa Abu Tumin Blang Bladeh, meninggal dunia pada Selasa, 27 September 2022. Berbagai ucapan bela sungkawa dan doa terbaik dipanjatkan untuk salah seorang ulama besar itu.

Abu Tumin mengembuskan napas terakhir pada pukul 15.45 WIB dalam usianya yang ke-90 tahun, di Rumah Sakit Fauziah Bireuen. Abu Tumin sebelumnya telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin sejak Senin sore pukul 18:30 WIB, 29 Agustus 2022.

Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar ikut berbelasungkawa atas kepergian Abu Tumin. Menurutnya rakyat Aceh kehilangan sosok ulama yang mengayomi semua lapisan masyarakat itu.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut berduka cita atas wafatnya Abu Tumin. Kami semua sangat merasa kehilangan,” kata Ahmad Haydar, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/9).

Ahmad Haydar mengaku terakhir menjenguk Abu Tumin di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh akhir bulan lalu. Saat itu dia ikut mendampingi Gubernur Aceh Achmad Marzuki, membesuk pimpinan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, Jeumpa, Bireuen itu.

“Semoga Abu menjadi Ahli Surga dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Ahmad Haydar.

Abu Tu Min dilahirkan pada 17 Agustus 1932 di Gampong Kuala Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Bireuen. Masa kecilnya banyak mendapatkan pendidikan keagamaan ketimbang pendidikan umum. Dia hanya menempuhnya pendidikan Inlandsche Volkschool (sekolah dasar rakyat) hingga kelas tiga lantaran masuknya Jepang ke Aceh.

Sementara pendidikan agama Abu Tu Min didapatkan dari dayah yang didirikan oleh kakeknya Teungku H. Imam Hanafiah pada tahun 1890. Selain itu ia juga belajar di Dayah Pulo Reudeup, Kecamatan Jangka, Bireuen serta Dayah Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Selepas menempuh pendidikan selama tujuh tahun, kemudian pada 1959, Abu Tu Min kembali ke kampung halamannya dan mengajar di Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh.

Abu Tu Min dikenal sebagai ahli fiqh mazhab Syafii dan ahli thariqat Al-Haddadiyah serta menguasai kitab Syarah Al-Hikam karangan Syeikh ‘Ataillah As-Sakandari.

Abu Tumin sering kali dimintai pendapat oleh pemerintah Aceh terkait hal-hal yang berhubungan dengan pemerintahan dan agama. Setiap pendapat yang dikeluarkan Abu Tu Min tidak pernah dibantah oleh ulama-ulama lainnya dan bahkan itu menjadi sebuah fatwa yang disepakati.[]

 

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI