25.4 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Akademisi Nilai Daya Ungkit Ekonomi Aceh Lemah dan Rawan

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan kaya akan keanekaragaman hayati. Namun ironisnya, tingkat kemiskinan justru tinggi di kawasan penyangga yang memiliki sumber daya alam melimpah.

“Masih ada gap yang cukup besar antara daerah penghasil sumber daya alam dengan tingkat kemiskinannya. Tidak hanya itu, banyak pula di antaranya merupakan accidental poverty, yaitu kemiskinan yang terjadi karena disebabkan oleh bencana alam atau dampak dari suatu kebijakan.

Banjir menjadi bencana alam yang paling sering terjadi di Aceh,” ujar Koordinator Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), TM Zulfikar, saat membuka diskusi publik bertema “Analisis Dampak Bencana” di kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Kamis, 22 Desember 2022.

TM Zulfikar mengatakan, bencana banjir yang terjadi tiap tahun tidak hanya menyisakan kerusakan, tetapi juga membuat penduduk di daerah tersebut menjadi miskin. Hal ini disebabkan banyak harta benda masyarakat korban bencana hilang atau hanyut dan juga rusak terkena banjir.

Dia mengatakan kerusakan hutan telah mengakibatkan tingginya frekuensi banjir di Aceh. Hutan yang terdegradasi tak mampu lagi menampung air hujan secara optimal. “Dalam perspektif sosial-ekonomi, bencana alam erat kaitannya dengan kemiskinan,” imbuhnya.

Menurut aktivis lingkungan tersebut, kesiapan pemerintah dalam mitigasi bencana menjadi sangat krusial. Selain itu, kerangka penanggulangan bencana yang terstruktur dan holistik dengan melibatkan stakeholders, baik pusat maupun daerah, sangat diperlukan agar pemerintah tidak gagap bencana. “Dibutuhkan upaya penanggulangan yang komprehensif, mulai dari penanganan daerah hulu hingga membenahi kondisi sungai dan riol-riol di hilir,” katanya.

Sementara itu, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK), Irham Fahmi, yang menjadi narasumber dalam diskusi tersebut mengatakan konflik, tsunami, dan Covid-19 telah berdampak pada kemiskinan serta pertumbuhan ekonomi yang kontraksi. Aceh disebut Irham Fahmi juga berada dalam zona merah gempa bumi sehingga sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian.

Saat ini, menurut Irham Fahmi, perekonomian Aceh masih di bawah rata-rata nasional. “Artinya daya ungkit ekonomi Aceh lemah dan rawan,” katanya.

Dia mengatakan kondisi tersebut merupakan sesuatu yang darurat, dimana industri dan UMKM Aceh lemah dan memiliki ketergantungan tinggi pada Sumatera Utara. “Ditambah lagi hingga saat ini Aceh belum punya grand design bisnis,” lanjutnya.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Ahmad Shalihin juga menilai adanya perubahan paradigma dalam penanganan bencana di dunia. Dia mencontohkan langkah responsif saat ini berubah menjadi preventif, sektoral menjadi multi-sektor, tanggung jawab pemerintah menjadi tanggung jawab bersama, sentralisasi menjadi desentralisasi dan tanggap darurat menjadi pengurangan risiko.

“Penting melihat sejauh mana kesiapsiagaan kita. Kita tahu, bencana merupakan masalah yang kompleks dari faktor lingkungan hingga pembangunan,” pungkas Ahmad Shalihin.[]

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI