25.4 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Aktivis 98: Mahasiswa Sekarang Lebih Peduli Pada Lawan Jenis Daripada Pemilu Jurdil

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Mahasiswa saat ini dinilai pasif dalam pemantauan Pemilihan Umum (Pemilu) agar berjalan  jujur dan adil. Mahasiswa sekarang juga terkesan pesimistik terhadap hasil Pemilu sehingga diajak berperan aktif di masa mendatang.

Hal tersebut merupakan intisari yang disampaikan Dosen Ilmu Politik Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Taufik Abdullah, saat menjadi pemateri kunci dalam Sosialisasi Implementasi Peraturan dan Non Peraturan Bawaslu. Diskusi yang dihelat Panwaslih Kota Langsa ini digelar di Hotel Kartika, Langsa, Minggu, 4 Desember 2022.

“Mahasiswa kurang peduli terhadap perkembangan demokrasi dan kepemiluan. Mereka lebih ‘peduli pada lawan jenis’ daripada peduli pada Pemilu Jurdil,” kata Taufik Abdullah yang juga mantan aktivis ’98 tersebut.

Saat ini, menurut Taufik Abdullah, mahasiswa juga dinilai lebih peduli pada drama selebrasi artis, sinema dan sinetron, serta berita infotaiment, fashion dan berbagai pesona yang menyenangkan. Sementara pada drama politik, kata dia, mahasiswa cenderung membenci. “Pemilu dinilai kotor, antagonis, membingungkan, membosankan, dan menyesatkan,” kata Taufik.

Selain itu, kata dia, kontestasi Pemilu saat ini tidak lagi dipahami sebagai wujud pesta demokrasi rakyat, tetapi pesta para penguasa. Menurutnya mahasiswa memahami Pemilu sebagai teatrikal politisi dan partai politik dengan berbagai suguhan yang terkesan tidak mengedukasi.

Hal inilah yang menurut Taufik menyebabkan mahasiswa maupun pemilih pemula serta kalangan milenial cenderung membenci politik. Bagi kalangan tersebut, politik dianggap terbiasa dengan ujaran kebencian, menyebar berita hoaks, cenderung anti-SARA, intoleran, buliying, dan menyuguhkan berbagai aroma negatif, black campaign dengan berbagai kutukan. “Melalui media sosial mereka lebih banyak menampilkan kebencian,” kata Taufik dengan nada prihatin.

Aktivis 98: Mahasiswa Sekarang Lebih Peduli Pada Lawan Jenis Daripada Pemilu Jurdil

Selain Taufik Abdullah, diskusi kali ini juga menghadirkan Divisi Hukum, Penanganan, Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa Panwaslih Langsa, Agus Syahputra.

Dalam paparannya, Agus lebih mengajak mahasiswa dan kelompok muda untuk lebih berperan aktif dalam pengawasan Pemilu. Mereka juga diajak menyuguhkan cara-cara yang menyenangkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu mendatang.

Menurutnya proses pelaksanaan sangat urgen demi menjamin kualitas Pemilu agar Luber Jurdil, yaitu Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil. “Bawaslu dan kita semua menjamin partisipasi dan keadilan Pemilu bagi semua pihak,” kata Agus.

“Pemilu ini mahal sekali, bahwa pemimpin yang lahir dari rahim Pemilu akan menentukan hajat hidup bangsa dan negara ini,” sambung Agus Syahputra.

Sementara itu, Komisioner Panwaslih Langsa, Riswandar, berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang regulasi Pemilu. Diskusi serta sosialisasi ini juga diharap dapat meningkatkan peran penting partisipasi elemen masyarakat dalam mengawasi Pemilu.

“Pemuda dan mahasiswa diharapkan mampu berpartisipasi aktif mengawasi jalannya Pemilu 2024 nanti. Mereka harus paham tentang aturan Pemilu, serta mereka diharapkan bisa mengajak partisipasi warga dalam mengawasil,” kata Riswandar.[]

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI