27.4 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Alasan Pimpinan MTSs Muhammadiyah Ajak Siswa Belajar di Museum Islam Samudra Pasai

LHOKSUKON | ACEH INFO – Sekolah Mtss Muhammadiyah Lhokseumawe memboyong 30 siswa untuk belajar sejarah religi di Museum Islam Samudra Pasai, Gampong Beringen, Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 19 Juli 2022.

Kepala Sekolah MTSs Muhammadiyah Lhokseumawe Ustadz Usman Ahmad S.Pdi., M.Pd memgatakan, kunjungan siswa bersama beberapa dewan guru ke Museum Islam Samudra Pasai tersebut untuk mempelajari budaya dan sejarah religi, sekaligus menanamkan kembali sejarah dan budaya Islam pada pelajar.

“Mate aneuk teuntei mupat jrat, gadoeh adat hana pat tamita, salah satu alasan saya, betapa pentingnya untuk kita tanamkan kembali pada generasi kita, tentang budaya dan sejarah Islam, apalagi dengan kondisi dunia saat ini, banyak sekali budaya asing yang masuk melalui media sosial, dan kerap diadopsi oleh anak kita melalui smartphone, sehingga kekayaan budaya di negeri kita dapat terancam dan tergilas oleh regulasi budaya asing,” ujarnya.

Menurut Usman hal ini untuk membentuk karekter siswa yang islami dan ke-aceh-an, seperti yang pernah ditata di Kerajaan Islam Samudra Pasai, pimpinan Sultan Malikussaleh. Salah satunya adalah dengan mempelajari sejarah peninggalan kerajaan, seperti yang ada di museum ini.

Dirinya berharap kepada setiap pimpinan lembaga pendidikan atau kepala sekolah yang ada di Lhokseumawe atau Aceh Utara dapat melaksanakan belajar mengajar seperti ini. Menurutnya selain untuk membentuk karakter siswa, kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan semangat mereka untuk mempelajari dan mengkaji sejarah dan budaya Islam, agar mereka memahami jati diri sebagai orang Aceh.

Sementara itu, Kepala Museum Samudra Pasai, Ir Nurliana, mewakili Kepala Dinas Aceh Utara, Saifullah, M.Pd, menyambut baik kedatangan setiap rombongan sekolah yang ingin belajar tentang sejarah peninggalan Kerajaan Samudra Pasai. Dia juga mengapresiasi setiap kepala sekolah yang memilih Museum Samudra Pasai tempat belajar sejarah.

Menurutnya kondisi kepedulian masyarakat terhadap sejarah saat ini sudah mulai memudar. Artinya, kata dia, sudah sangat minim keinginan masyarakat untuk mempelajari dan memelihara sejarah religius peninggalan kerajaan Samudra Pasai dan kerajaan Islam lain yang ada di Aceh.

“Akibatnya generasi kita saat ini banyak yang mengadopsi budaya luar, yang masuk dari media sosial, sehingga kita akan kehilangan jati diri keacehan yang kaya dengan budaya regiliusnya,” ujar Nurliana.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI