25.2 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Audensi Kehormatan, Australia-Indonesia Partnership Apresiasi Fasilitas Mahkamah Syar’iyah Jantho

spot_img

ACEH BESAR | ACEH INFO – Australia-Indonesia Partnership for justice 2 ( AIJP2 ) melakukan audiensi Kehormatan ke Mahkamah Syar’iyah Jantho, Aceh Besar, Kamis, 19 Januari 2023.

Australia-Indonesia Partnership for Justice 2 (AIJP2) merupakan program Kerjasama Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia terkait pelaksanaan kegiatan di bawah strategi keadilan bagi perempuan dan anak.

Mahkamah Syar’iyah Jantho yang mendapat kesempatan kunjungan Tim AIJP2 merupakan pelaksanaan kegiatan berdasarkan nota kesepahaman antara Mahkamah Agung RI dengan Federal Circuit & Family Court of Australia (FC&FCOA), yang melingkupi dua area kerja yaitu Aceh dan Makassar dibantu oleh Law & Develoment Partnership, bertujuan untuk observasi dan pengumpulan dan penyajian data tren serta meningkatkan akses terhadap keadilan, kualitas layanan dan putusan pengadilan dalam perkara yang melibatkan perempuan dan anak.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Muhammad Redha beserta tokoh perempuan Aceh yang juga mantan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, Rosmawardani, Wakil Ketua, Wafa, para hakim, panitera dan sekretaris beserta seluruh jajaran aparatur MS Jantho menyambut hangat kedatangan tim Leaders AIJP2 Mr. Craig Ewers didampingi Cate Summer dan Leisa Lister selaku Penasehat Senior (Australia), Wahyu Widiana Penasehat Senior (Indonesia) yang juga mantan Direktur jendral Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, serta Herni Sri Nurbayanti (AM J4WG), Norma Susanti RM (AM Aceh) dan Alma Aletta (Penerjemah).

Muhammad Redha menyampaikan, petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan mendapat kesempatan pertama audiensi tanya jawab oleh tim AIJP2.

“Mulai dari petugas informasi sampai petugas Posbakum tidak lepas dari berbagai pertanyaan-pertanyaan seputar pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan,” ujar Redha.

Pada kesempatan itu, Tim AIJP2, Leisa Lister dan Cate Summer banyak bertanya tentang perkembangan penggunaan, kemanfaatan dan sejauh mana masyarakat mengetahui aplikasi gugatan mandiri. Dispensasi kawin dan penanganan perkara perceraian secara holistik, aplikasi gugatan mandiri adalah aplikasi yang diluncurkan bertujuan untuk meningkat akses keadilan bagi perempuan dan anak pasca perceraian.

Selanjutnya, Tim AIJP2 beranjak melihat fasilitas ruang tahanan pria dan wanita. Dihadapan Tim AIJP2, Muhammad Redha juga menjelaskan bahwa tidak hanya mengadili perkara perdata tetapi juga mengadili perkara pidana islam atau jinayat. Dan AJP2 mengapresiasi kompetensi Absolute yang miliki oleh Mahkamah Syariyah.

Mr. Crag Ewers menyampaikan banyak terimakasih kepada Ketua MS Jantho dan seluruh aparatur yang sudah menerima dengan hangat serta mengapresiasi fasilitas-fasilitas yang tersedia, sehingga membuat pengadilan ramah dengan pencari keadilan (Friendly To Justice Seeker).

Ia berharap, ke depannya MS Jantho lebih meningkat pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan terutama askses keadilan kepada perempuan dan anak.

Dalam audensi itu, Tim AIPJ2 terlihat antusias dan mengapresiasi pembangunan dan perubahan-perubahan, baik dalam segi pelayanan dan infrastruktur Mahkamah Syar’iyah Jantho yang sudah jauh lebih baik dan professional.

Tim juga menyambangi PTSP untuk melihat standar pelayanan dan fasilitas anjungan gugatan mandiri. Tim juga berkeliling untuk mengamati fasilitas-fasilitas pendukung khususnya bagi perempuan dan anak berupa ruang laktasi yang layak dan nyaman serta taman bermain anak yang menyenangkan yang disediakan untuk para pencari keadilan.”Bagus sekali, ini hal yang sangat penting,” kata Leisha Lister saat melihat-lihat kelengkapan fasilitas bagi pencari keadilan di Mahkamah Syar’iyah Jantho.

Setelah berkeliling dan menikmati pemandangan Jantho Sport Park (JSP), rombongan AIPJ2 dan pimpinan dengan didampingi para Hakim duduk bersama di Gazebo Mediasi yang letaknya tepat dibelakang Gedung Utama, diskusi hangat pun mengalir dengan penuh rasa kekeluargaan, poin utama dalam diskusi tersebut membahas perkara dispensasi kawin serta pemenuhan hak-hak perempuan dan anak paska perceraian.

“Kami sangat berterimakasih atas data-data yang kami peroleh di sini, segala masukkan juga telah kami rangkum dan akan kami diskusikan kembali dengan Ditjen Badan Peradilan Agama untuk mencegah pernikahan usia dini dan meningkatkan perlindungan hukum bagi perempuan serta anak paska terjadi perceraian,” pungkas Cate sebelum menutup audiensi.

Kegiatan audiensi Tim AIJP2 dan jajaran pimpinan MS Jantho terlaksana di Gazebo Mediasi yang berlangsung hangat, nyaman dan dalam suasana akrab penuh kekeluargaan. Banyak saring informasi tentang perkara Dispensasi kawin dan perkara perceraian serta bagaimana hukum di Australia dalam menangani persoalan perempuan dan anak.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI