28 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Badan Pangan Kirim 200 Ton Beras ke Aceh via Tol Laut

JAKARTA | BANDA ACEH – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) mengirim 200 ton beras menggunakan 10 ton kontainer ke Aceh melalui Pelabuhan Patimban, Selasa, 18 Oktober 2022. Program ini dilaksanakan dalam rangka menjaga ketersediaan dan stabilisasi pangan di daerah terluar.

Ratusan ton beras tersebut bakal masuk ke Aceh melalui Pelabuhan Malahayati dan Lhokseumawe.

“Hari ini kita sudah mulai untuk pengiriman barang pokok dan penting beras. Pada tahap selanjutnya, akan dikirimkan sebanyak 40 kontainer lagi. Aktivitas pengiriman pangan ini akan terus dilakukan secara rutin guna menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah perbatasan dan terluar,” kata Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Oktober 2022.

Beras yang dikirim tersebut berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Bulog, yang disuplai dari gudang Bulog Cabang Cirebon dan Gudang Bulog Cabang Indramayu. Menurut Arief masing-masing gudang tersebut mengirimkan 100 ton beras.

Kegiatan pengiriman pangan ini menurut Arief merupakan hasil kerja sama NFA dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Pemprov Jawa Barat, Perum Bulog, Otoritas Pelabuhan Internasional Patimban, serta stakeholder pangan lainnya. “Semangat kami di sini sama, yaitu memastikan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga bagi seluruh masyarakat Indonesia, sebagaimana tema Hari Pangan Sedunia tahun 2022, Leave No One Behind. Hal ini juga selaras dengan semangat kolaboratif sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa pemerintah harus memiliki sense of crisis dalam menghadapi berbagai krisis yang melanda dunia global saat ini,” jelasnya.

Harga beras mencekik

Sementara itu, pantauan acehinfo.id di lapangan, harga beras yang menjadi sumber bahan pangan pokok di Aceh kian mencekik pasca kenaikan harga bahan bakar minyak. Beras standar konsumsi masyarakat yang biasanya dijual per 15 Kilogram seharga Rp145 ribu kini terpaksa dijual menjadi Rp185 ribuan di warung eceran.

“Ya, harga naik sekitar Rp35 ribuan per zak (15 kilogram),” ujar M Isa, salah seorang pedagang di kios grosir, di salah satu sudut kota Banda Aceh.[]

EDITOR: BOY NASHRUDDIN AGUS

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI