25.1 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Banggar Sorot Kegiatan Tidak Sesuai di SKPA

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menemukan beberapa kasus di Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Salah satu kasus itu ada di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Hal tersebut dibacakan Tezar Azwar selaku Anggota Banggar dalam sidang paripurna DPR Aceh beragendakan Pendapat Banggar Terkait Pelaksanaan APBA 2021. Paripurna ini digelar pada Kamis, 30 Juni 2022.

Temuan tersebut dicatat Banggar dalam poin ke enam, bertajuk penempatan kegiatan yang bukan tupoksi SKPA.

Menurut Banggar, terdapat nomenklatur kegiatan di Bappeda yang tidak sesuai dengan tupoksi SKPA tersebut, yaitu belanja ternak potong, belanja modal bangunan peternakan/perikanan dan belanja bahan-bahan/bibit ternak dan bibit ikan yang menyebabkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 5.777.816.075.

“Badan Anggaran DPR Aceh sangat prihatin atas kasus tersebut, karena ini mencerminkan ketidakhati-hatian dan lemahnya perencanaan penyelenggara Pemerintah Aceh dalam menyusun anggaran,” ujar Tezar Azwar yang turut membacakan pendapat Banggar dalam paripurna kemarin.

Kasus ini kian menjadi sorotan lantaran terjadi di Bappeda yang semestinya memberikan keteladanan dalam perencanaan, realisasi dan evaluasi anggaran yang sesuai dengan mekanisme dan ketentuan.

Selanjutnya, Banggar juga berpendapat beasiswa anak yatim yang tidak terealisasi dan bantuan pendidikan tidak tepat sasaran. Padahal, menurut Banggar, bantuan pendidikan merupakan bentuk kegiatan implementasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) tahun 2017-2022. Selain itu, program Aceh Carong termasuk bantuan pendidikan untuk anak yatim yang tidak optimal realisasinya, yang mencapai Rp1 miliar lebih karena ketiadaan data dari perguruan tinggi sasaran.

“Persoalan ini disinyalir akibat buruknya koordinasi BPSDM Aceh dengan perguruan tinggi sebagai pengusul bantuan penerima biaya pendidikan. Selain persoalan tersebut, yang lebih parah lagi ditemukan bukan warga Aceh sebagai penerima beasiswa, ini sebuah kecerobohan BPSDM Aceh dalam menetapkan penerima beasiswa,” ungkap Tezar Azwar.

“Banggar DPR Aceh meminta agar kasus-kasus seperti di atas menjadi pelajaran agar SKPA lebih profesional dan bertanggungjawab dalam menjalankan amanah terhadap tugas dan fungsinya,” sambung Azwar.

Terkait hal ini, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyebutkan nomenklatur kegiatan yang dinilai tidak sesuai penempatannya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) merupakan pilot project prototype penanggulangan kemiskinan. Nomenklatur yang tidak sesuai tersebut seperti belanja modal bangunan peternakan/perikanan dan belanja bahan-bahan/bibit ternak dan bibit ikan.

“Dapat kami jelaskan bahwa kegiatan tersebut direncanakan untuk membangun pilot project prototype penanggulangan kemiskinan yang menyasar pada kantong-kantong kemiskinan,” kata Gubernur Nova dalam sidang paripurna dengan agenda Jawaban/Tanggapan Gubernur Aceh Terhadap Pendapat Badan Anggaran DPRA, Kamis, 30 Juni 2022 malam.

Dalam sidang paripurna tersebut, Gubernur Nova juga menjelaskan kenapa Badan Pengelola Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh tidak mengalokasikan secara khusus beasiswa/bantuan pendidikan untuk anak yatim. Menurutnya, sesuai dengan anggaran yang tersedia, BPSDM Aceh hanya mengalokasikan beasiswa S1 Aceh Carong dan Diploma Aceh Carong untuk anak kurang mampu, korban konflik dan yatim piatu yang telah disalurkan sesuai dengan jumlah yang telah dianggarkan.

“Adapun mengenai penerima beasiswa yang kurang tepat sasaran, telah kami tindak lanjuti dengan menyampaikan kepada pimpinan Perguruan Tinggi yang mengusulkan nama tersebut agar mengembalikan dana beasiswa sebesar Rp 13,3 Juta ke rekening Kas Daerah dan telah dikembalikan pada tanggal 15 April 2022,” papar Gubernur Nova.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah