25.4 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Begini Bunyi Imbauan MPU Aceh Terkait Peringatan Tsunami dan Tahun Baru

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengimbau agar peringatan 18 tahun tsunami Aceh yang jatuh pada 26 Desember 2022 agar difokuskan pada zikir, wirid, doa, tafakkur, membaca Alquran dan ceramah agama. Imbauan resmi itu dikeluarkan MPU dalam surat bernomor 9 Tahun 2022 tentang Peringatan Tsunami dan Menyambut Tahun Baru 2023 Masehi.

“Peringatan tsunami dan menyambut tahun baru miladiyah pada dasarnya tidak dilarang selama kegiatannya dilaksanakan secara khidmat, khusyu’, tawadhu dan tidak dalam bentuk pesta pora, hura-hura dan lain-lain yang tidak sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” bunyi poin pertama surat imbauan tersebut.

Salah satu kegiatan yang masuk dalam kategori dilarang, berdasarkan imbauan MPU Aceh tersebut seperti meniup terompet, menyalakan lilin, kembang api, dan musik yang hingar bingar serta kegiatan menjurus ke arah maksiat lainnya.

Selain itu, MPU Aceh mengimbau muslim dan muslimat di daerah tersebut untuk tidak melakukan dan mengikuti acara khas ritual non-Muslim. “Masyarakat muslim dilarang berpartisipasi dalam bentuk apapun pada perayaan Natal,” bunyi imbauan seperti siaran pers yang dikeluarkan MPU Aceh.

Meskipun melarang muslim ikut serta dalam perayaan Natal dan Tahun Baru, tetapi MPU dalam surat imbauannya yang dikeluarkan pada 20 Desember 2022 tersebut, tetap mengharapkan agar warga bertoleransi terhadap non-Muslim untuk menjalankan ritual keagamaan mereka di Aceh.

Seperti diketahui, pemerintah Aceh kembali menggelar peringatan 18 tahun tsunami Aceh pada 26 Desember 2022 ini. Pusat peringatan tahun ini dihelat di kuburan massal Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Kegiatan yang memperingati bencana gempa dan tsunami Aceh tersebut akan diisi dengan zikir dan doa bersama.

Khusus tausiah dan doa bersama pada puncak peringatan Tsunami Aceh bakal dipimpin Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab. Sementara zikir akan dipandu oleh pimpinan Pesantren Darul Mujahiddin Lhokseumawe, Tgk Muslim At Thahiri.

Sebagai catatan, gempa berkekuatan 9,3 SR disusul tsunami pernah menghumbalang Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Bencana tersebut terjadi tepat hari Minggu, sekira pukul 07.59 WIB. Tsunami yang menyapu kawasan pesisir Aceh tersebut berpusat di dasar Samudera Hindia, yang disebut sebagai gempa terbesar ke lima yang pernah terjadi dalam sejarah dunia.

Bencana yang merenggut sekitar 230 ribu jiwa tersebut juga turut merusak daerah pemukiman penduduk di wilayah pesisir, seperti di Banda Aceh, Aceh Jaya, Meulaboh, Pidie, dan Pidie Jaya. Gelombang tsunami yang terjadi pasca gempa berkekuatan 9,3 SR itu diperkirakan mencapai ketinggian 30 meter dengan kecepatan mencapai 100 meter per detik atau 360 kilometer per jam.

Saat ini, terdapat beberapa situs Tsunami yang dirawat pemerintah Aceh untuk menjaga ingatan warga korban dan sekaligus mitigasi bencana. Salah satu situs yang paling terkenal adalah Kapal PLTD Apung milik PT PLN (Persero) yang kini terdampar di daratan Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh. Kapal PLTD Apung yang semula dioperasikan untuk penambah sumber daya listrik bagi daerah Banda Aceh dan Aceh Besar itu sebelumnya lego jangkar di sekitar Pelabuhan Ulee Lheue atau berjarak kurang lebih 5 Kilometer dari lokasi saat ini. Saat tsunami meluluhlantakkan Aceh dan masyarakat pesisir, kapal besar itu ikut terseret dari kawasan pantai ke area pemukiman padat penduduk saat itu.[]

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI