27.9 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

BKSDA: Harimau Berkeliaran di Areal Hutan Lindung

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, mengatakan kawasan perkebunan warga Blangtemung, Kecamatan Dabun Gelang Gayo Lues, yang dilaporkan berkeliaran harimau selama dua pekan terakhir berada di areal hutan lindung. Meskipun demikian, pihak BKSDA telah merespon informasi dari warga tersebut dengan terjun langsung ke lokasi pada 11-12 Juli 2022 kemarin.

“Saya ke sana, di Gayo Lues bersama teman-teman WCS sudah respon, sudah ketemu kepala dusun juga, sudah ngecek juga, karena lokasi perkebunan itu di dalam hutan lindung,” ungkap Agus kepada wartawan menyikapi laporan warga terkait keberadaan harimau di Gayo Lues, Selasa, 12 Juli 2022.

Dari pantauan BKSDA dan tim, Agus mengatakan tidak ada harimau yang sempat dilaporkan tersebut berkeliaran di areal perkebunan warga. Menurutnya harimau tersebut diduga hanya melintas saja di areal perkebunan.

Sebelumnya, Zakaria, salah satu warga Blangtemung mengatakan warga telah memberikan informasi terkait keberadaan harimau di kawasan perkebunan mereka. Namun, menurutnya, BKSDA atau instansi terkait tidak merespon dan melakukan penanganan serius.

Baca: Harimau Nginap 12 Malam di Kebun Warga, BKSDA Diminta Serius Tangani Satwa Liar

Terkait hal ini, Agus membantah laporan warga tersebut. Menurutnya BKSDA telah datang dan bahkan telah mengedukasi warga terkait satwa liar yang dilindungi Undang-Undang tersebut.

“Tapi paling tidak kita sudah melakukan edukasi, sampaikan sosialisasi, kita sudah berupaya. Kita sudah ke lapangan, makanya kita tahu itu ada di hutan lindung,” kata Agus.

Hal inilah yang menurut Agus membuat BKSDA tidak dapat melakukan respon lantaran lokasi perkebunan warga berada di areal hutan lindung, yang menjadi habitat harimau dan satwa liar lainnya. Namun, kata dia, BKSDA hanya dapat mengedukasi agar warga tidak membuka kebun di areal hutan lindung.

“Kita sudah memberikan pengetahuan ke masyarakat kalau sebenarnya tidak boleh berkebun di situ, karena itu areal HL dan habitat satwa liar. Kita juga melakukan penyadartahuan agar warga dapat membagi ruang lah dengan satwa liar, kalau memang tetap berkebun di sana,” pungkas Agus Arianto.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah