25.1 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Da’i Perbatasan Aceh Butuh Perhatian

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap para da’i yang saat ini bertugas di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Selama ini, kehidupan mereka dinilai miris dan bahkan ada diantaranya yang belum memiliki tempat tinggal, sementara tanggung jawab yang diberikan begitu besar.

Harapan ini disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali saat bersilaturahmi dengan Ketua DPR Aceh Saiful Bahri, Kamis 1 September 2022. Pertemuan tersebut digelar di ruang kerja Ketua DPR Aceh dan turut dihadiri oleh Wakil Ketua I MPU Aceh Tgk Muhibbuththabary serta Wakil Ketua II MPU Aceh Tgk Muhammad Hatta.

Abu Faisal dalam silaturahmi tersebut menyebutkan peran dan tanggung jawab para da’i perbatasan sangat besar dalam menjaga penerapan syariat Islam di Aceh. Dengan tanggung jawab seperti itu, maka disebutkan sudah sepatutnya mereka mendapat perhatian lebih besar dari Pemerintah Aceh.

“Kalau kita melihat pengorbanan mereka menjaga syariat Islam di perbatasan, belum sesuai dengan apa yang kita (baca: Aceh) berikan kepada mereka,” kata Abu Faisal.

Saat ini, menurut Abu Faisal, para da’i di perbatasan bahkan banyak yang belum memiliki rumah. Sebagian dari mereka terkadang harus mengontrak rumah agar bisa tetap menjalankan tugas di perbatasan, meskipun sebagian yang lain sudah mempunyai rumah untuk ditempati.

“Perlu kita carikan solusi dengan memberikan dukungan-dukungan seperti memberikan rumah dhuafa kepada mereka, jeut ta bantu awak nyan karena memang ureung gasin (bisa membantu mereka karena memang miskin-red). Hal ini sudah sering kami suarakan, pada pemerintah sebelumnya juga sudah kami berikan rekomendasi, tetapi sampai saat ini belum ada,” kata Abu Faisal.

Selain itu, Abu Faisal mengatakan hingga saat ini Leuser belum memiliki bangunan masjid kecamatan. Kondisi ini menurutnya sangat miris dengan status Aceh yang dikenal sebagai daerah syariat Islam. “Akhirnya kita sepakati untuk mengambil satu masjid di sebuah gampong untuk dijadikan masjid kecamatan. Hal-hal seperti ini saya nilai perlu kita sampaikan karena jika datang tamu ke Aceh jangan sampai ada opini bahwa daerah ini tidak bersyariat,” kata Ketua MPU Aceh.

Terkait hal ini, Ketua DPR Aceh Saiful Bahri mengatakan akan meneruskan semua yang disampaikan oleh MPU Aceh untuk ditindaklanjuti. Dia juga mengaku sangat terharu dengan adanya kunjungan yang dilakukan MPU Aceh tersebut.

“Kita membuka ruang kepada semua tokoh-tokoh masyarakat untuk berdiskusi tentang Aceh agar menjadi lebih baik, apa yang terbaik dari hasil diskusi ini akan kita ambil menjadi pedoman untuk melangkah ke depan,” kata Saiful Bahri.

Di sisi lain, pria yang akrab disapa Pon Yaya tersebut juga mengatakan semua pihak memiliki beban bersama dalam menjaga kepentingan nasional Aceh di masa mendatang. Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Ketua DPR Aceh juga mengungkapkan soal berkurangnya dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh dari 2 persen DAK Nasional menjadi satu persen.

Meskipun demikian, Ketua DPR Aceh mengatakan semua saran dan masukan yang disampaikan MPU Aceh telah mendapat perhatian darinya. “Insya Allah apa yang telah disampaikan oleh MPU Aceh tersebut akan kita tindaklanjuti,” kata Pon Yaya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah