26.5 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Danatur Ingkar Janji, Warga Kadung Robohkan Masjid

SRAGEN|ACEHINFO-Sebuah masjid Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah telah rata dengan tanah, setelah dirobohkan warga dengan harapan akan dibangun masjid yang baru. Sang donatur ternyata ingkar janji.

Tak ada bangunan yang tersisa dari masjid yang sebelumnya bernama Masjid Al-Fatah itu. Dari foto yang beredar, hanya terongok sebuah ruang mimbar bersama sebuah becho yang sebelumnya meratakan rumah ibadah itu.

Ketua panitia pembangunan Masjid Al-Fatah, Agus Pudiyono mengatakan, pada awal tahun kemarin, mereka didatangi seorang yang berjanji akan memberikan bantuan pembangunan masjid yang sebelumnya telah banyak rusak di sana-sini itu.

“Memang awalnya masjid butuh renovasi. Ada warga punya kenalan pengusaha itu. Karena masjid sudah ada sejak 1991, katanya sekalian dibangun ulang saja, beliau sanggup mendanai,” ujarnya seperti dilansir DetikJateng, Senin (4/4).

Berpegang pada janji sang donatur yang disebut sebagai pengusaha ikan itu, panitia membuat desain masjid secara profesional. Anggaran pembangunan masjid dihitung sekitar Rp 1,5 miliar. Sang donatur mengaku menyangupi dana senilai itu, dan warga diminta untuk meratakan bangunan masjid.

“Setelah gambar jadi, diperkirakan masjid selesai dalam 5-6 bulan. Setelah dirobohkan, dana baru cair Rp 10 juta. Warga harap-harap cemas, karena sudah terlanjur dirobohkan,” ujarnya.

Kini setelah kabar masjid yang menjadi korban goshting donatur itu menyebar luas, panitia pembangunan masjid mendapatkan kabar bahwa pengusaha ikan itu menyanggupi membangun Masjid Al-Fatah.

“Kemarin pengusaha itu telepon saya. Baru kali ini saya dihubungi langsung oleh beliau, katanya akan bertanggung jawab dengan janjinya. Kemarin memberi tambahan Rp 15 juta,” kata Agus.

Warga tak berharap banyak dari sang donatur yang dianggap tak menepati janjinya itu. Mereka kini melakukan berbagai cara untuk bisa membangun kembali masjid yang telah mereka ratakan sebelumnya. Hingga Senin, terkumpul dana sekitar Rp 300 juta. Warga berharap uluran tanan dari masyarakat di seluruh tanah air untuk membantu membangun kembali rumah ibadah di desa mereka.

“Kami cari cara agar pembangunan bisa berjalan. Kami buka donasi, kami pasang kotak infak di depan masjid, sama kami buka donasi di kitabisa.com. Kami sengaja pakai kontraktor agar bisa ditalangi dulu,” ujar Agus.[]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI