26.1 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

DEM Aceh Minta Pemerintah Percepat Peralihan Energi Fosil ke Renewable Energy

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Pemerintah Aceh diminta mempercepat peralihan energi fosil ke renewable energy atau Energi Baru dan Terbarukan (EBT), salah satunya melalui solar cell. Peralihan itu perlu dilakukan untuk menekan biaya dan memperoleh energi yang ramah lingkungan.

Permintaan itu disampakan Ketua Divisi Riset dan Teknologi Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh, Awaf Wirayaja. “Kami meminta kepada Pemerintah Pusat dan khususnya Pemerintah Aceh agar dapat mempercepat penerapan solar cell di tengah kenaikan tarif listrik,” harapnya, Senin, 4 Juli 2022.

Awaf memaparkan, per 1 Juli 2022, tarif listrik mengalami kenaikan berdasarkan dengan Surat Keputusan Menteri ESDM No. T-162/TL.04/MEM.L/2022 pada 2 Juni 2022 yang lalu. Kenaikan tarif listrik ini dikarenakan adanya kenaikan harga minyak global yang turut mempengaruhi biaya pokok produksi listrik serta mempertimbangkan beban di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Karena itu transisi energi dari fosil ke EBT menjadi salah satu solusi bagi pemerintah, apa lagi solar cell merupakan energi terbarukan yang bersih dan ramah lingkungan yang dapat mengurangi efek gas rumah kaca, sumbernya yang berlimpah yaitu panas matahari, masa pakai yang cukup lama menyentuh angka 20 tahun yang tentunya dapat menghemat biaya.

Baca Juga: Gempa Guncang Aceh Tengah

Solar cell yang sangat berpotensi ini sudah lebih dulu dimanfaatkan oleh negara-negara maju. Peringkat pertama diduduki oleh Cina dengan total kapasitas 205,2 GW, peringkat kedua disusul oleh Amerika Serikat dengan total kapasitas 75,9 GW, peringkat ketiga disusul oleh India dengan total kapasitas 42,9 GW, peringkat keempat disusul oleh Jepang dengan total kapasitas 7 GW dan yang kelima disusul oleh Vietnam dengan total kapasitas 4,8 GW. Sedangkan Indonesia baru mampu menerapkan 10 MWp dan target di 2025 sebesar 50 MWp atau sebesar 0.87 GW.

“Aceh mendapatkan dana otsus sebesar Rp 7,5 triliun seharusnya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penerapan solar cell yang berbasis EBT ini. Hal ini sejalan dengan Pemerintah Aceh yang memiliki target penerapan EBT 12,5% pada tahun 2022 dan 25% pada tahun 2025,” tambanya.

Selain itu tambah Awaf, penerapan solar cell dapat diimplementasikan pada rumah masyarakat, penerangan jalan umum, sekolah-sekolah, gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas umum lainnya. “Solar cell ini dapat dijangkau dengan harga Rp14 juta dengan daya maksimum 1.500 watt per harinya yang menjadi solusi alternatif kenaikan tarif listrik,” pungkasnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah