25.2 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Diduga Langgar Morotarium Penjualan Getah Pinus Aceh, Pemilik dan Dua Sopir Truk Ditangkap Polisi

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Polisi menangkap KY (34) dan SP (21) beserta dua unit truk yang mengangkut getah pinus tujuan Medan, Sumatera Utara. Kedua sopir truk tersebut diduga telah melanggar morotarium penjualan getah pinus dari Aceh Tengah.

Penangkapan tersebut dilakukan polisi setelah mendapat informasi dari masyarakat, terkait dugaan pengangkutan hasil hutan bukan kayu dari Aceh Tengah menuju Medan. Mendapat informasi tersebut, petugas Pamhut lantas menghubungi Polres Bireuen untuk memback-up dan memeriksa keduanya di depan pos, di Desa Buket Mulia, Kecamatan Juli, Bireuen.

“Ternyata benar truk tersebut mengangkut getah pinus,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, Selasa, 13 Desember 2022.

Kedua sopir truk tersebut mengaku kepada polisi akan membawa getah pinus ke Medan. Mereka juga memperlihatkan Surat Keterangan Sah Hasil Hutan yang dikeluarkan UPTD KPH Wilayah III Aceh. Namun, surat tersebut disebutkan tidak sesuai dengan arah perjalanan truk.

Menurut Winardy, surat yang ditunjukkan sopir itu tidak sesuai rute tujuan. Di dalam surat keterangan, getah pinus tersebut diangkut dari Desa Linge Kemerlang Kampung Rubel, Kecamatan Isak, untuk dibawa ke PT Jaya Media Internusa di Desa Kute Baru, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

“Namun, mobil itu akan mengangkut getah pinus ke Medan untuk dijual. Dikarenakan SKSHH tidak sesuai Instruksi Gubernur Nomor: 03/INSTR/2020, tanggal 20 Maret 2020 tentang Morotarium Penjualan Getah Pinus keluar wilayah Aceh, maka kedua truk beserta sopir diproses hukum,” kata Winardy.

Selain itu, kata Winardy, petugas Pamhut juga menangkap pemilik getah pinus berinisial RND (42). Dia adalah sosok yang memerintahkan KY dan SP untuk menjual getah pinus ke Medan, lantaran harga jualnya lebih tinggi dibandingkan harga yang ditetapkan PT Jaya Media Internusa.

Saat ini, pemilik, sopir, beserta barang bukti berupa satu unit mobil jenis colt diesel berisi getah pinus lima ton, satu unit mobil Toyota DYNA bermuatan getah pinus lima ton, dan empat lembar dokumen telah diamankan Polres Bireuen.

Petugas bakal menjerat para tersangka dengan Pasal 130 ayat 2 jo Pasal 68 ayat 2 huruf b Qanun Aceh Nomor 7 tahun 2016 tentang Kehutanan Aceh jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam bulan dan denda paling banyak Rp50 juta.

“Penjualan getah pinus mentah (tanpa diolah dulu) keluar dari Aceh akan merugikan PAD Aceh. Oleh karena itu, Polda dan Polres jajaran berkomitmen untuk terus menindak para pelaku tindak pidana tersebut dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi daerah,” pungkas Winardy.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI