25.4 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Dinilai Rugikan Keuangan Negara, Staf Khusus Bupati Aceh Barat Harus Diberhentikan

spot_img

ACEH BARAT | ACEH INFO – Pengangkatan staf khusus Bupati Aceh Barat dinilai merugikan keuangan negara dan menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat.

Karenanya, Bupati Aceh Barat diminta untuk segera memberhentikan jabatan staf khususnya itu,” sebut Ketua Forum Masyarakat Aceh Barat, Rasyidin, kepada wartawan, Senin, 16 Januari 2022.

Menurutnya, pengangkatan staf khusus Bupati Aceh Barat itu juga cacat hukum. Sebab, tidak ada satupun aturan yang mengatur hal itu.

Kata Rasyidin, berdasarkan Pasal 102 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah, yang ada hanya staf ahli bukan staf khusus bupati.

“Staf Ahli adalah perangkat daerah yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memenuhi persyaratan untuk membantu tugas bupati. Maka agar tidak terus menerus menimbulkan kerugian keuangan negara, disarankan kepada PJ Bupati Aceh Barat tidak melanjutkan pengangkatan staf Khusus dimaksud,” pintanya.

Rasyidin menambahkan, bagi staf khusus yang sudah terlanjur menerima honorarium agar segera mengembalikan kepada negara. Ia juga meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Aceh atau Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh segera melakukan audit keuangan tersebut.

Selain itu, dirinya bersama sejumlah masyarakat telah melaporkan hal tersebut kepada sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat.

“Kami sudah melaporkan permasalahan ini kepada Dewan dan Format mendesak DPRK Aceh Barat untuk membentuk Pansus, supaya permasalahan ini terselasaikan dengan baik dan bijaksana,” terangnya lagi.

Sementara nama-nama staf khusus Bupati Aceh Barat yang beredar yakni HM Nafis Amanaf yang diangkat menjadi Staf Khusus Bidang Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Daerah dengan gaji Rp3,5 juta.

Nama HM Nafis Amanaf mirip dengan nama mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya yang divonis 1,5 tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan pada 2012 lalu. Nafis, terbukti melakukan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan mesin genset pabrik es di Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng.

Lalu, Heri Sunanda diangkat sebagai Staf Khusus Utama Bidang Hubungan Kelembagaan Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat dan Ivestasi dengan gaji Rp4,5 juta.

Abu Bakar Karim sebagai Staf Khusus Bidang Perencanaan Pembangunan dengan gaji Rp 3,5 juta. Bukhari sebagai Staf Khusus Bidang Komunikasi Pemerintahan dengan gaji Rp 2,5 juta.

Nurdin Syam sebagai staf khusus Bupati Aceh Barat bidang komunikasi pemerintahan dengan gaji Rp 2,5 juta. Said Rasul sebagai Staf Khusus Bupati Aceh Barat Bidang Agama, Ormas dan Kepemudaan, dengan besaran honorarium Rp 2,5 juta.

Cici Darmayanti dan Muda Jauhari sebagai Staf Khusus Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, dengan gaji Rp 2,5 juta dan Staf Khusus Bidang Pengawasan Pelaksanaan, Zulbaili Latief dengan gaji sebesar Rp 2,5 juta.[]

PEWARTA : Nouval Farabi

EDITOR : Izal Syafrizal

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI