27.4 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Duh, Kosmetik Mengandung Merkuri Banyak Dijual di Aceh

BANDA ACEH | ACEH INFO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menyita 14 jenis atau item kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dari penertiban pasar pada Juli 2022. Selain itu, 214 jenis produk kecantikan tanpa izin edar atau ilegal juga ikut disita.

“Total jenis barang temuan dalam operasi yakni 228 item,” kata Kepala BBPOM di Banda Aceh, Yudi Noviandi, pada Selasa, 2 Agustus 2022.

Dia menyampaikan, jenis kosmetik tanpa izin edar (tie) yang masih banyak ditemukan berupa lipstik, lipgloss, lipbalm, lip tint, nail polish, bb cream, masker wajah dan pensil alis.

Sementara jenis kosmetik yang mengandung bahan berbahaya yang ditemukan berupa facial cream, lotion, day and night facial cream dan make up palette.

“Kosmetik tersebut mengandung merkuri dan timbal, yang merupakan logam berat yang dilarang digunakan pada sediaan kosmetik,” ungkap Yudi.

Operasi dikatakan Yudi dilakukan dalam upaya menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal dan menunjukkan kinerja Badan POM dalam melindungi kesehatan masyarakat dari resiko kesehatan akibat penggunaan kosmetika.

“Badan POM perlu melakukan aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya tahun 2022,” ujarnya.

Adapun yang menjadi target pengawasan adalah produk kecantikan tanpa izin edar, di antaranya kosmetik mengandung bahan berbahaya, kedaluwarsa, dan rusak pada sarana yang mengedarkan kosmetik.

Selain itu, sarana yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai tempat peredaran kosmetik dan sarana distribusi berdasarkan analisis resiko berpotensi mengedarkan kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya.

Kegiatan operasi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya dilakukan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh, pada minggu ketiga dan keempat pada Juli 2022.

BBPOM di Banda Aceh dikatakan Yudi, menggelar operasi di sejumlah kabupaten kota, seperti Kota Banda Aceh, Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan Aceh Besar dengan melibatkan Dinas Kesehatan serta Dinas Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.

Tercatat ada 52 sarana yang diperiksa dengan hasil 32 sarana memenuhi ketentuan sedangkan 20 lainnya tidak memenuhi ketentuan atau menjual kosmetik tanpa izin dan empat di antaranya mengandung bahan berbahaya.

Di Kota Banda Aceh, dari 21 sarana yang diperiksa, terdapat enam sarana tidak memenuhi ketentuan dengan mengedarkan kosmetik ilegal dan dua sarana di antaranya mengedarkan produk kecantikan mengandung bahan berbahaya.

Di Kota Lhokseumawe, dari 17 sarana yang diperiksa, terdapat tujuh sarana tidak memenuhi ketentuan dengan mengedarkan kosmetik ilegal dan satu sarana di antaranya mengedarkan produk kecantikan mengandung bahan berbahaya.

Di Kabupaten Aceh Utara, dari 14 sarana yang diperiksa, terdapat lima sarana tidak memenuhi ketentuan dengan mengedarkan kosmetik ilegal dan tidak ditemukan produk kecantikan mengandung bahan berbahaya.

Di Kabupaten Aceh Besar, dari dua sarana yang diperiksa, terdapat dua sarana tidak memenuhi ketentuan dengan mengedarkan kosmetik ilegal dan satu sarana di antaranya mengedarkan produk kecantikan mengandung bahan berbahaya.

“Dari hasil kegiatan tersebut didapatkan barang temuan dengan nilai keekonomian sebesar 53.294.000,” sebut Yudi.

Terhadap sarana yang tidak memenuhi ketentuan (tmk) dikatakan kepala BBPOM di bANDA Aceh, diberikan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengutamakan pembinaan terhadap pelaku usaha.

“Adapun terhadap barang temuan dilakukan pemusnahan oleh pemiliknya dengan pembuatan surat pernyataan dan berita acara pemusnahan yang disaksikan oleh petugas Balai Besar POM di Banda Aceh,” tutupnya.[]

PEWARTA: MUHAMMAD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI