26.1 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Forbes Aceh-DPRA Sepakat Perjuangkan Kekhususan Aceh Sesuai MoU Helsinki

spot_img

JAKARTA|ACEHINFO–Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, mengapresiasi langkah DPR Aceh, dalam hal ini Pansus revisi Qanun Wali Nanggroe, dalam menyatukan persepsi dan sharing pendapat dengan anggota Forum Bersama (Forbes) DPD DPR RI asal Aceh untuk berjuang bersama-sama mempertahankan kekhususan Aceh.

Dirinya berharap pertemuan ini akan terus berlangsung di masa-masa yang akan datang sehingga saling melengkapi untuk Aceh.

Hal ini disampaikan Syech Fadhil dalam pertemuan dengan anggota Pansus revisi Qanun Wali Nanggroe DPR Aceh di ruang Pansus DPR RI lantai 3 Gedung Nusantara II komplek Senayan, Rabu sore 31 Agustus 2022.

Rombangan Pansus DPR Aceh dipimpin oleh Mawardi dari Fraksi Partai Aceh. Hadir juga Azhar Abdurrahman, TRK, Teungku Irawan Abdullah serta beberapa anggota DPR Aceh lainnnya.

Sedangkan dari Forbes DPD DPR RI turut dihadiri oleh TA Khalid dari Gerindra, Illiza PPP, Muslim Demokrat serta Haji Uma dan Syech Fadhil sendiri mewakili DPD RI.

“Dalam konteks perjuangan ke-Aceh-an, ini jarabg terjadi, DPR Aceh mengajak Forbes DPD DPR RI untuk duduk dan berjuang bersama-sama,” kata Syech Fadhil.

Menurut Syech Fadhil, posisi Wali Nanggroe memang perlu diperkuat sesuai dengan amanah MoU Helsinki.

“Sehingga revisi Qanun Wali Nanggroe nantinya tak hanya bertahan untuk satu dua tahun kedepan, tapi menjadi peninggalan bagi anak cucuk kita kedepan,” kata Syech Fadhil.

Hal yang sama juga disampaikan Syech Fadhil terkait inisiasi anggota Forbes DPD DPR RI yang ingin mengusulkan ‘penyempurnaan’ Undang-Undang Pemerintah Aceh di Prolegnas 2023 nanti.

“Ini perjuangan bersama kita untuk menyakinkan kementerian dan presiden agar kewenangan Aceh benar-benar sesuai dengan amanah MoU Helsinki”.

Sementara itu, Ustadz Irawan Abdullah, dalam pertemuan tersebut menyampaikan, bahwa dalam revisi qanun Wali Nanggroe, pihaknya berharap posisi Wali Nanggroe lebih menguat.

Salah satunya, Wali Nanggroe menjadi coordinator untuk Lembaga-lembaga keistimewaan yang ada di Aceh, seperti Majelis Pendidikan Aceh, MPU, dan lainnya.

Pertemuan ini sendiri berlangsung dari pukul 17.00 WIB hingga jelang magrib.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah