24.3 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Harga Mie Instan Bakal Naik, Mentan Sebut Karena Rusia-Ukraina

spot_img

JAKARTA|ACEHINFO-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta masyarakat pecinta mi instan untuk waspada, karena harganya bakal naik tiga kali lipat dalam waktu dekat.

Menurutnya kenaikan harga ini karena terganggunya rantai pasok gandum sebagai bahan utama mi instan imbas perang dagang Rusia-Ukraina.

Ukraina adalah eksportir utama gandum dunia, sehingga perang yang terjadi di sana mengakibatkan pengiriman pasokan tersendat.

“Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya (naik) 3 kali lipat,” ujarnya dalam webinar virtual yang dikutip Selasa (9/8).

Syahrul menjelaskan alasan utama kenaikan harga mi ini adalah karena harga gandum yang melonjak tajam. Sehingga, Indonesia yang selama ini mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan gandum dalam negeri terkena dampak.

Berdasarkan data Trading Economics, Selasa (9/8), rata-rata harga gandum dunia mencapai US$780,4 per gantang. Harga ini tercatat naik 9,74 persen dari tahun lalu.

“Saya bicara ekstrem saja, ada gandum tapi harganya mahal banget,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, Syahrul pun menyarankan masyarakat untuk mengkonsumsi singkong, sorgum, dan sagu sebagai pengganti gandum. Dengan begitu ketergantungan akan impor gandum diharapkan bisa berkurang.

“Kalau saya sih jelas tidak setuju (impor gandum terus). Kita apapun sekarang makan saja, makan saja singkong, makan saja sorgum, makan saja sagu,” pungkasnya.

Sementara itu, Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mengklaim tak mengalami kesulitan dalam mengimpor gandum hingga saat ini.

Ketua Umum Aptindo Franky Welirang mengatakan pengusaha tak mendengar ada negara yang melarang ekspor gandum. Dengan demikian, pembelian gandum masih lancar sampai detik ini.

“Larangan ekspor sembilan negara kami tidak dengar dalam perdagangan sehari-hari, kami hanya dengar dari berita. Sampai hari ini tidak ada anggota saya yang mengalami masalah pembelian gandum, semua lancar,” ungkap Franky kepada CNNIndonesia.com.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kenaikan harga gandum akibat invasi Rusia ke Ukraina akan berdampak pada harga pangan seperti roti dan mi di Indonesia. Sebab Indonesia masih bergantung pada gandum dari dua negara tersebut.

“Ini hati-hati yang suka makan roti yang suka makan mi, harganya bisa naik. Karena apa? ada perang di Ukraina. Kenapa perang di Ukraina mempengaruhi harga gandum? Karena produksi gandum 34 persen berada di negara itu. Rusia, Ukraina, Belarusia semua ada di situ. Di Ukraina saja ada stok gandum,” papar Jokowi di Medan, Rabu (7/7) lalu.

Jokowi pun menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Ukraina. Di sana ia menanyakan langsung kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky soal stok gandum.

“Waktu saya ke sana, saya tanya langsung Presiden Ukraina, berapa stok yang ada di Ukraina? 22 juta ton. Stok gak bisa dijual. Kemudian ada panen baru ini 55 juta ton, artinya stoknya menjadi 77 juta ton,” urai Jokowi.

Kemudian, saat berkunjung ke Rusia, Jokowi juga menanyakan hal yang sama ke Presiden Vladimir Putin. Ternyata stok gandum di negara itu mencapai 130 juta ton.

“Bayangkan berapa ratus juta orang ketergantungan kepada gandum Ukraina dan Rusia. Dan sekarang ini sudah mulai (langka). Barang itu gak bisa keluar dari Ukraina dan enggak bisa keluar dari Rusia,” sebutnya.[]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah