26.6 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Harimau Nginap 12 Malam di Kebun Warga, BKSDA Diminta Serius Tangani Satwa Liar

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Warga Kampung Blangtemung, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, resah dengan kehadiran harimau sumatera di areal perkebunan mereka. Disebutkan, kucing besar yang dilindungi tersebut bahkan telah menginap selama 12 malam di pondok perkebunan.

“Tadi malam yang enggak tidur di situ dia (harimau),” ungkap Zakaria, warga Blangtemung, menjawab pertanyaan wartawan, Senin, 11 Juli 2022.

Kehadiran harimau tersebut telah membuat warga Blangtemung yang 30 persennya menggantungkan hidup dari berkebun menjadi resah. Mereka tidak berani datang ke areal perkebunan setelah adanya harimau menginap selama dua pekan di sana.

“Masyarakat jadi tidak berani beraktivitas di kebun. Hari ini cuma saya yang mondar-mandir ke atas (kebun),” tambah Zakaria.

Warga Blangtemung telah melaporkan kehadiran harimau tersebut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Polhut, Forum Konservasi Leuser (FKL) dan instansi terkait lainnya. Namun, menurut Zakaria, hingga Senin kemarin belum ada penanganan serius dari lembaga yang menangani satwa liar.

“Kalau memang BKSDA tidak punya waktu atau ada kendala lain, sehingga mereka tidak datang, terpaksa kami tangani sendiri,” kata Zakaria.

Namun, hingga kemarin, warga masih menahan diri untuk tidak bertindak lantaran enggan berurusan dengan hukum. Apalagi harimau sumatera merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi undang-undang di Republik Indonesia.

“Selama ini kami biarkan. Tapi kalau terlalu lama berkeliaran di situ (kebun) kan berdampak ke perekonomian masyarakat, jadi ini harapan saya mewakili masyarakat Blangtemung,” kata Zakaria.

Sebelumnya, menurut pengakuan Zakaria, dirinya sudah mengusulkan agar harimau yang dilepasliarkan oleh BKSDA tidak terlalu dekat dengan pemukiman warga. Kebetulan, seingat Zakaria, BKSDA pernah melepasliarkan seekor harimau bernama Sri Nabila di dekat pemukiman Blangtemung. Dia bahkan sempat menawarkan diri menjadi guide untuk menuju ke lokasi pedalaman yang dinilai lebih aman bagi harimau dan juga warga setempat.

“Namun karena sudah menjadi kesepakatan bersama, ya apa boleh buat,” kata Zakaria yang mengaku sangat kenal dengan wilayah hutan di Gayo Lues.

Padahal Zakaria mengatakan, warga setempat telah lama memanfaatkan areal di sekitar hutan tempat pelepasliaran Sri Nabila tersebut untuk berkebun dan berburu babi serta rusa. Aktivitas warga ini menurutnya sangat tidak cocok untuk harimau lantaran dipastikan akan kekurangan hewan buruannya.

“Jadi saran saya, harimau ini ditangkap dan kita pindahkan ke Utong (pedalaman Gayo Lues). Saya yakin di sana lebih aman,” katanya seraya mengatakan dalam beberapa bulan terakhir ada tiga ekor sapi warga yang menjadi mangsa harimau.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah