27.9 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Imbas Kenaikan BBM, Harga Beras dan Gabah Melonjak

spot_img

LANGSA | ACEH INFO – Harga bahan pangan seperti beras dalam sepekan terakhir ini melonjak naik. Kenaikan harga itu disebabkan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Salah seorang pedagang beras di Pasar Langsa, Jami, menuturkan kenaikan harga beras setiap merk berbeda-beda. Untuk beras merk Pak Tani sebelumnya sebesar Rp 154 ribu pergoni (isi 15 Kg) sekarang menjadi Rp 168 ribu pergoni.

Kemudian beras merk TM dari sebelumnya sebesar Rp 154 ribu pergoni (isi 15 Kg) kini menjadi Rp 168 ribu pergoninya. Lalu, merek Gudang Biru kini menjadi Rp 168 ribu pergoni (isi 15 Kg) dari sebelumnya hanya sebesar Rp 154 ribu pergoni.

“Kenaikan harga beras ini juga pada merk Aladin, dari sebelumnya Rp 153 ribu pergoni (isi 15 Kg) kini menjadi Rp 165 ribu,” sebut Jami kepada acehinfo.id, Rabu, 21 September 2022.

Sementara itu, salah seorang pengusaha Pabrik Penggilingan Padi Budi Rahayu Gampong Paya Ketenggar, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Fachruzaman, menuturkan, setelah harga BBM, harga beli gabah di petani padi mengalami kenaikan dari harga Rp 4.800 perkilogram kini menjadi Rp 6.000 perkilogram.

“Untuk ketersediaan gabah masih ada meskipun belum banyak, karena belum banyak yang panen,” sebut Fahruzaman, kepada acehinfo.id.

Selain kenaikan harga gabah, Fachruz mengeluhkan tentang banyaknya beredar obat pestisida yang dipergunakan oleh petani agar padi lebih cepat panen. “Biasanya padi baru dipanen oleh petani satu bulan sekali, tapi dengan menggunakan obat itu maka padi sudah bisa dipanen dalam waktu satu minggu,” terangnya.

Kata Facruz, bagi petani padi yang menggunakan obat pertisida sangat menguntungkan. Tetapi, bagi pengusaha penggilingan dirugikan, karena saat dilakukan penggilingan beratnya menyusut, sehingga pengusaha harus menaikan harga jual.

Selain itu lagi, bagi masyarakat yang mengkomusi beras yang proses penanamannya hingga panen menggunakan obat itu maka akan berdampak bagi kesehatan.

“Saya berharap untuk menarik kembali obat pestisida yang merangsang agar padi cepat panen. Sehingga, pengusaha penggilingan tidak dirugikan serta masyarakat yang mengkomsumsinya aman untuk kesehatan,” pungkasnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah