27.9 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Jumpai Massa Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM, Ini Kata Pj Gubernur Aceh

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki menjumpai massa aksi tolak kenaikan BBM di halaman Gedung DPR Aceh, Senin, 5 September 2022 malam. Di hadapan massa, Pj Gubernur Aceh mengatakan demontsrasi secara damai boleh dilakukan.

“Demonstrasi seperti ini boleh dilaksanakan untuk menyampaikan aspirasi, boleh,” kata Achmad Marzuki di sela-sela rapat paripurna terkait APBA di gedung DPR Aceh.

Achmad Marzuki dalam kesempatan tersebut turut mengemukakan alasan Pemerintah Indonesia menaikkan harga BBM bersubsidi. Menurutnya negara memang harus menaikkan harga BBM karena penikmat subsidi selama ini lebih banyak diterima oleh masyarakat kelas menengah ke atas.

“Itu terpaksa dilakukan dengan perkembangan kondisi global saat ini,” kata Achmad Marzuki yang turut didampingi Ketua DPR Aceh Saiful Bahri, Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin dan beberapa anggota DPR Aceh lainnya yang ikut dalam sidang paripurna tersebut.

Di hadapan massa, Pj Gubernur Aceh juga menyampaikan bahwa akan ada bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan kepada masyarakat setelah kebijakan menaikkan BBM. BLT tersebut, menurut Achmad Marzuki, diberikan untuk mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Pemerintah akan mengawasi penyaluran BLT kepada masyarakat,” ujar Achmad Marzuki lagi.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia menaikkan harga BBM bersubsidi pada Sabtu, 3 September 2022 siang lalu. Ada tiga jenis BBM yang harganya dinaikkan oleh pemerintah yakni Pertalite, Solar dan Pertamax.

Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar bersubsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax dari harga jual Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Pemerintah akan mengalihkan subsidi BBM menjadi tiga jenis bantuan sosial (bansos). Pertama Bansos dalam bentuk BLT yang besarannya Rp150 ribu per bulan. BLT ini akan diberikan selama empat bulan terhitung sejak September 2022, sehingga total bantuan sebesar Rp 600.000 per penerima.

Dari penelusuran acehinfo.id diketahui BLT ini akan diberikan kepada 20,65 juta penerima dengan anggaran sebesar Rp 12,4 triliun yang telah disiapkan.

Selanjutnya, pemerintah juga akan memberikan bantuan subsidi upah atau BSU bernilai Rp600 ribu per bulan. Bantuan ini akan diberikan kepada para pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan.

Total anggaran BSU yang dipersiapkan adalah Rp 9,6 triliun dan akan disalurkan kepada 16 juta pekerja.

Selain itu, pemerintah katanya juga akan memberikan bantuan untuk angkutan umum, ojek online, dan nelayan. Bantuan ini akan dialokasikan pemerintah daerah dengan memanfaatkan 2 persen dana transfer umum sebesar Rp 2,17 triliun.

Seperti diketahui, kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi turut berimbas pada kenaikan harga barang yang menjadi kebutuhan umum masyarakat luas seperti sembako dan barang pangan lainnya. Selain itu, naiknya harga BBM bersubsidi juga turut mendongkrak harga jual sejumlah barang-barang kebutuhan sehari-hari masyarakat dan dikhawatirkan berdampak pada munculnya masyarakat miskin baru—terlebih bagi mereka yang tidak masuk dalam klasifikasi penerima bansos.

Hal tersebut turut memicu sejumlah protes dari mahasiswa di seluruh Indonesia, termasuk dari Aceh. Selain demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Ar Raniry, unjuk rasa juga dilakukan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) pada Selasa, 6 September 2022. Sebelumnya sejumlah mahasiswa juga melakukan unjuk rasa di Langsa terkait penolakan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah