30.8 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Kala Agam Dara Diamuk Kawanan Gajah Liar

BANDA ACEH | ACEH INFO – Muhammad Nadir salah seorang warga Grup Lhee, Kuta Makmur, Aceh Utara, terpaksa menjalankan lebaran Idul Adha di rumah sakit. Tangan dan bahunya terlepas, selain itu tiga tulang rusuknya juga patah akibat diamuk gajah di pedalaman Kuta Makmur, Aceh Utara, Kamis, 7 Juli 2022 lalu sekitar pukul 18.00 WIB.

Nadir tidak mampu berbicara banyak kala dirinya dipasangi infus. Mata kirinya yang lebam hanya mampu menatap nanar kala Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Saiful Bahri atau akrab disapa Pon Yahya menyambanginya di rumah sakit umum Cut Meutia, Sabtu, 9 Juli 2022 malam. Dia pun tidak mampu berkisah tentang kejadian yang membuatnya diamuk gajah hingga patah tulang.

Nadir merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang akrab disapa Agam Dara. Penamaan itu melekat lantaran kisahnya kala konflik melanda Aceh puluhan tahun silam. Kala itu, Nadir bersama rombongan GAM wilayah Aceh Utara sempat dikepung oleh aparat keamanan. Baku tembak tak terelakkan. Saat itulah Nadir yang terkepung terkena tembakan di bagian kemaluannya. “Sejak itulah dia dinamakan Agam Dara karena bagian itu sudah tidak berfungsi lagi,” ungkap Dek Cut, salah satu mantan kombatan GAM yang turut menemani Pon Yahya menjenguk Agam Dara di rumah sakit.

Usai terkena timah panas, Agam Dara diungsikan ke suatu tempat di pedalaman Aceh Utara. Di sana, Nadir dirawat hingga sembuh dari luka tembak di bagian kemaluannya. Dia juga sempat dikawal oleh kawanan gajah liar sehingga lokasi persembunyiannya tidak diketahui oleh tentara Indonesia.

Namun, kisah itu kini berbalik. Agam Dara yang dulunya diselamatkan oleh kawanan gajah, kini justru menjadi korban sang Po Meurah. Dia diserang gajah ketika hendak menyambangi areal perkebunan di pedalaman Kuta Makmur, tepat kala warga Aceh sedang bersuka cita merayakan meugang hari pertama.

Saat kejadian, Agam Dara tidak sendiri. Dia bersama seorang warga lainnya yang berhasil menyelamatkan diri ketika gajah liar itu menyerang Agam Dara. Namanya Omin.

“Saat itu kami hendak mengusir gajah liar dari areal perkebunan. Namun, sesampai di kebun langsung terlihat seekor gajah di kawasan Dusun Kilang, Desa Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Begitu melihat kedatangan kami, gajah tersebut langsung mengejar kami,” ungkap Omin.

Pada serangan pertama, kedua orang ini luput dari amukan gajah setelah mereka berlari tunggang langgang dalam areal perkebunan dan kawasan hutan. Mereka pun berpikir gajah tersebut sudah pergi dan mencoba kembali ke areal perkebunan warga. Namun, baru sekitar 50 meter menyusuri areal kebun tersebut, sang gajah kembali menyerang.

Naas bagi Agam Dara. Dia menjadi sasaran amuk gajah pada petang jelang malam itu. Sementara Omin hanya mampu pasrah meski jaraknya hanya setengah meter dari gajah yang sedang mengamuk itu. “Saya hanya pasrah ketika melihat bang Nadir ditubruk gajah. Saya sempat berpikir, setelah gajah itu menyerang Nadir, maka selanjutnya giliran saya. Namun, Allah berkehendak lain,” kisah Omin.

Kala Agam Dara Diamuk Kawanan Gajah Liar
Foto: Istimewa

Nadir yang sudah tidak berdaya sempat dibanting oleh gajah tersebut. Dia bahkan sempat dilempar setinggi tiga meter ke udara oleh gajah liar itu. Usai melempar Nadir, gajah yang mengamuk itu kemudian pergi ke arah Cot Singke di pedalaman Kuta Makmur. Sementara Omin hanya tertegun dengan kejadian itu.

Menurut Omin kawanan gajah liar memang kerap turun ke areal perkebunan tersebut. Biasanya, menurut dia, jumlah kawanan gajah mencapai 30 ekor. Namun, pada petang sial itu, hanya seekor gajah liar yang terlihat dan menyerang mereka.

Setelah memastikan gajah tersebut tidak lagi menyerang, Omin langsung mengevakuasi Nadir dari lokasi kejadian. Dia memangku korban menyusuri jalan setapak untuk keluar dari areal perkebunan itu. Dia juga tidak bisa meminta pertolongan warga karena kawasan tersebut tidak memiliki sinyal telepon. Setelah berhasil keluar dari areal perkebunan, Nadir kemudian dirujuk ke ahli patah tulang.

“Bahunya terlepas, tiga tulang rusuk patah,” katanya.

Dia kemudian dirujuk ke rumah sakit Cut Meutia untuk melihat cidera lain yang dideritanya. Belakangan, Agam Dara dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk mendapat penanganan intensif dari medis.

“Mudah-mudahan Agam Dara bagah puleh (Mudah-mudahan Agam Dara cepat sembuh). Setelah itu kita juga berupaya membiayai operasi kemaluan akibat bekas tembak di masa konflik, sehingga mudah-mudahan ke depan dia tidak lagi dijuluki Agam Dara,” tulis Pon Yahya usai menjenguk Muhammad Nadir alias Agam Dara di rumah sakit.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah