25.2 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Kasus Kriminal Bersumber Miras di Aceh Kian Berkurang Selama Penerapan Qanun Syariah

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Kasus kejahatan yang bersumber dari minuman keras (miras) di Aceh semakin hari kian menurun pasca diterapkannya hukum syariat. Hal tersebut disampaikan Anggota Badan Legislasi DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat melakukan kunjungan kerja bersama Tim Banleg DPR RI ke Provinsi Aceh, Selasa, 13 Desember 2022.

Politisi PPP ini menyebutkan kunjungan kerja tersebut dilakukan Tim Banleg DPR RI untuk mendapatkan masukan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Larangan Minuman Beralkohol yang sedang digarap di Senayan.

Dari pertemuan tersebut, Illiza mengaku mendapat beberapa masukan dari Pemerintah Aceh yang salah satunya adalah sisi positif dari penerapan Qanun Jinayat atau Peraturan Daerah Provinsi Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Pidana.

“Ketika Aceh menerapkan hukum syariat ini ternyata baik dari kejaksaan kemudian dari mahkamah syariah dan dari kepolisian sendiri mengatakan kasus kejahatan salah satunya kejahatan yang bersumber dari khamar (miras) semakin hari semakin turun,” tutur Illiza.

Selain itu, Illiza mencontohkan bahwa peraturan daerah yang diberlakukan di Aceh juga tidak terkesan kaku terhadap peraturan lainnya, salah satunya dari sektor pariwisata. Apalagi jika mengingat Aceh masih merupakan salah satu destinasi wisata Indonesia.

“Apabila ada hotel berbintang lima, Qanun ini aturan sanksinya menyesuaikan dengan hukum nasional. Artinya, yang diperbolehkan mengonsumsi minuman beralkohol khusus kepada non muslim, nah itu sifatnya personal,” kata Illiza.

Pemerintah Aceh turut meminta untuk dilibatkan dalam proses penyusunan RUU tantang Larangan Minuman Beralkohol guna mendukung penuh lahirnya regulasi terkait hal tersebut. Selain itu, peran serta Pemerintah Aceh juga diperlukan agar peraturan yang telah berlaku di daerah ini tidak harus diubah pasca UU tentang larangan minuman beralkohol tersebut ditetapkan.

Senada dengan Illiza, Anggota Banleg DPR RI, TA Khalid, juga menyampaikan pentingnya keberadaan regulasi tentang minuman alkohol di Indonesia. Dia mencontohkan kondisi Aceh yang tingkat kriminalitas dari alkohol rendah sehingga perlu ditiru oleh Indonesia.

“Jadi apa yang sudah baik di Aceh ini, bisa kita berikan contoh kepada seluruh Indonesia lainnya. Pada prinsipnya aturan larangan minuman beralkohol sangat bermanfaat untuk masyarakat, lingkungan dan keamanan kita semua,” pungkas TA Khalid.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI