27.4 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Kasus Kuburan Bansos Jokowi, Pemilik Lahan Bakal Gugat ke Pengadilan

JAKARTA|ACEHINFO-Di tengah upaya penyelidikan yang dilakukan Polisi Polda Metro Jaya terhadap temuan kuburan bansos Jokowi di Sukmajaya Depok, Jawa Barat, ada dugaan pelanggaran hukum lain yang dilakukan JNE dalam kasus itu. Pemilik lahan merasa keberatan dan berencana mengugat perusahaan jasa pengiriman barang itu.

Pemilik lahan itu adalah Rudi Salim. Rudi akan menuntut kompensasi kepada JNE selaku distributor bansos Jokowi itu, karena menimbun di lahannya tanpa izin.Menurutnya selama ini JNE juga banyak melakukan pelanggaran hukum lain, karena memakai tanah miliknya sebagai lahan parkir tanpa izin.

Kalau kompensasi berarti pribadi saya ya, saya akan gugat di pengadilan, perbuatan melawan hukum,” tutur Rudi, kepada wartawan, Selasa (2/8).

Dia (JNE) pakai barang saya ini sembilan tahun tidak pernah bayar. Tidak pernah minta izin, dia pakai,” lanjutnya.

Rudi menuding selama ini JNE menyewa lahan tersebut kepada pihak lain. Rudi menegaskan bakal menuntut kompensasi hingga Rp900 juta. Angka tersebut didapat dari jumlah biaya sewa yang dituding dikeluarkan oleh pihak JNE selama sembilan tahun menggunakan lahan milik Rudi.

“Kalau kompensasi saya sesuai aturan aja. Dia sewa sama oknum itu Rp100 juta setahun, dikalikan saja sembilan,” tutur Rudi.

“Dan perlu diingat, jalan ini adalah punya saya, semua sampai ke sana. Rencana saya mau tutup portal dulu sementara. Kalau nanti tidak juga punya itikad baik, depan JNE langsung saya tembok beton seperti ini,”

Rudi menjelaskan lahan miliknya itu seluas 43 hektare, sementara area galian tempat ditemukan beras bansos tersebut memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi.

Sebelumnya, Rudi Samin juga telah membuat aduan masyarakat ke Polres Kota Depok. Ia mengajukan laporan pada Jumat (29/7) malam, usai menemukan beras bansos yang terkubur di lahan miliknya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menyampaikan bahwa kasus ini kini ditangani oleh Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya.

“Jadi kasus bansos terkait penimbunan beras di Depok akan dilakukan oleh Dirkrimsus PMJ,” kata Zulpan kepada wartawan pada Selasa 2 Agustus 2022.

Zulpan menjelaskan mengenai penanganan kasus temuan beras bansos oleh Dirkrimsus merupakan keseriusan Polda Metro Jaya untuk mengungkap temuan tersebut.

“Apakah betul ada unsur pidananya dan sebagainya. Sehingga dibentuklah tim yang lebih besar di Polda dengan dipimpin oleh Dirkrimsus,” kata Zulpan.

Pada besok Rabu 3 Agustus, Zulpan mengungkapkan pihak kepolisian akan melakukan cek lapangan dan mengundang Kementerian Sosial.

“Kami akan mengundang media termasuk dari Kementerian Sosial (Kemensos), kemudian dari Bulog. Penyidik dari Polda yang sudah ambil penanganannya besok kita sama-sama dengan media, serta saya juga ikut untuk melihat lokasi sebenarnya, bagaimana sih penimbunan beras itu,” kata Zulpan. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI