26.5 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Kata Ketua PBNU Soal Kafirophobia & Islamofobia

JAKARTA|ACEHINFO-Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
Yahya Cholil Staquf menyebut di kalangan umat muslim ada juga kelompok yang membenci pemeluk agama lain atau kafirophobia. Itu sama halnya dengan kelompok Islamofobia.

Menurutnya, umat Islam mewarisi kesadaran kafirophobia karena dalam sejarahnya dunia Islam berkonflik dengan dunia non-Islam.

“Kenapa kita punya yang seperti ini, baik di lingkungan nonmuslim ada islamofobia dan di lingkungan umat Islam ada kafirophobia. Karena memang kita mewarisi sejarah yang panjang,” katanya dalam webinar yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Rabu kemarin.

Selain Islamofobia atau rasa tidak suka pada umat Islam yang berkembang pesat di negara-negara non muslim, menurutnya kafirophobia atau rasa tidak suka terhadap pemeluk agama selain Islam juga meningkat.

“Kalau di satu sisi kita sekarang melihat ada islamofobia dari arah nonmuslim kepada muslim, di sisi lain sebetulnya kita harus akui juga bahwa dari kalangan muslim ada kafirophobia juga,” kata kakak Menteri Agama Yakut Cholil Qoumas itu.

Yahya menyebut islamofobia dan kafirophobia bersifat resiprokal atau saling berbalasan dan telah terjadi selama ratusan tahun.

Kedua gejala itu menurutnya sudah mengendap dalam mentalitas masing-masing pemeluk agama selama berabad-abad, dan dimapankan dengan wacana keagamaan.

“Ini semua adalah sejarah yang kita warisi, sejarah yang berjalan ratusan tahun, yang kita warisi, yang sudah mengendap sebagai mindset kita sekarang,” kata Yahya.

Dia mencontohkan, kerajaan Turki Usmani yang berkonflik dengan kerajaan Kristen di Eropa sepanjang 700 tahun. Di belahan timur, Dinasti Mughal terus berkonflik dengan umat Hindu di India, khususnya bagian utara.

Menurut Yahya, kondisi dunia saat itu tak ubahnya seperti rimba raya persaingan identitas, termasuk agama. Setiap kerajaan membawa label identitas agama.

Gesekan ini kemudian memuncak pada terjadinya Perang Dunia I dan II yang mengakibatkan tragedi kemanusiaan. Namun, setelah itu, masyarakat dunia mulai sadar dan muncul wacana hak asasi manusia (HAM).

“Sehingga misalnya di India Utara hari ini tidak ada kuil Hindu yang berumur lebih dari 200 tahun karena semua sudah dimusnahkan oleh Dinasti Mughal ini,” tuturnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI