Newspaper Theme
Newspaper Theme

INFO POPULAR

Kupiah Meukeutop dari Tungkop

Sponsored by

BANDA ACEH | ACEH INFO – Namanya Kupiah Meukeutop. Bentuknya tinggi lonjong dan biasanya dihiasi lilitan kain sutra berbentuk segi delapan atau biasa disebut tengkulok. Kupiah Meukeutop biasanya dibuat dari kain dasar berwarna merah dan kuning yang dirajut berbentuk lingkaran.

Di bawahnya ada motif anyaman kombinasi warna merah, kuning, hijau dan hitam. Di tengahnya juga terdapat anyaman serupa, tetapi dibatasi dengan lingkaran kain hijau di atas dan kain hitam di bawah. Secara detail, terlihat bentuk hijaiyah “lam” di lingkaran kepala bagian bawah.

Kupiah Meukeutop dari Tungkop
Para pengrajin Kupiah Meukeutop di Pidie. Foto: Joni Saputra

Topi yang dulunya sering dipakai kaum ulee balang tersebut terbagi menjadi empat bagian. Masing-masing bagian memiliki filosofi tersendiri. Bagian pertama, misalnya, bermakna hukum. Sementara bagian kedua bermakna adat, dan bagian ketiga bermakna qanun atau aturan daerah, selanjutnya di bagian keempat bermakna reusam.

Selain bagian-bagian topi yang memiliki makna, sejumlah warna yang menjadi bagian Kupiah Meukeutop juga memiliki filosofi. Warna merah adalah perlambang kepahlawanan, hijau tanda agama, hitam melambangkan ketegasan atau ketetapan hati, kuning menjadi simbol negara atau kebangsawanan, dan putih bermakna suci atau keihklasan.

Kupiah Meukeutop dari Tungkop
Foto: Joni Saputra

Belum diketahui catatan pasti siapa konseptor awal pembuatan Kupiah Meukeutop. Namun, beberapa catatan populer menyebutkan Kupiah Meukeutop merupakan salah satu produk pengrajin Kemukiman Tungkop atau Gampong Rawa Tungkop, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie. Sejak Kesultanan Aceh berdiri tegak di Pulau Sumatra, wilayah Tungkop di Pidie ini dikenal sebagai kantong produksi terbesar topi penutup kepala bagi para pria dari golongan bangsawan tersebut. Inilah yang menyebabkan Kupiah Meukeutop juga sering disebut Kupiah Tungkop.[]

FOTO: JONI SAPUTRA

Newspaper Theme

TERKINI