30.4 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Langkah Aminullah Usai Lepas Jabatan

BANDA ACEH | ACEH INFO – Aminullah Usman telah resmi melepas jabatannya sebagai wali Kota Banda Aceh. Terhitung sejak Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, melantik, mengambil sumpah, dan menyerahkan posisi yang setara kepada Bakri Siddiq, selaku Pj wali kota, pada Kamis, 7 Juli 2022.

Upacara pengukuhan di Aula Serbaguna Gedung Sekretriat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi Aceh itu, secara tidak langsung juga telah melucuti status pria yang akrab disapa Bang Carlos tersebut sebagai orang penting nomor satu di ibu kota provinsi ini.

Meski demikian, putra kelahiran Kabupaten Aceh Barat, 1 Agustus 1958 itu, tampak begitu legowo melepaskan jabatan sekaligus status yang telah melekat selama menjadi wali Kota Banda Aceh sejak 7 Juli 2017 silam.

Pria yang identik mengenakan kacamata itu bahkan terlihat masih menebarkan senyum dan berjabatan tangan dengan Bakri Siddiq. Padahal, putra kelahiran Kabupaten Aceh Selatan itu adalah sosok pengganti Aminullah sebagai orang penting nomor satu di Kota Banda Aceh.

Pemandangan tersebut memang tampak lumrah bagi sebagain orang. Karena kedua tokoh yang baru saja serah terima jabatan itu, merupakan sama-sama putra asli dari pantai barat dan selatan wilayah Aceh.

Namun, momen di sela kegiatan yang digelar Kantor Gubernur Aceh, Kota Banda Aceh, itu seolah memiliki pesan tersirat. Aminullah tampak seperti menyerahkan amanah tongkat estafet pembangunan kota yang pernah dipimpinnya ke genggaman Bakri Siddiq.

Kepada awak media, politisi yang di hari lepas jabatan itu berbalut jas hitam serta memakai peci tersebut belakangan mengutarakan semua. Tak hanya sekedar ucapan selamat untuk tokoh pilihan menteri dalam negeri (Mendagri) Republik Indonesia itu saja.

“Semoga beliau dapat membawa Banda Aceh ke depan,” ucap Aminullah, kepada awak media.

Kata ke depan yang dimaksudkan mantan direktur Bank Aceh itu adalah masa satu tahun jabatan diemban Bakri Siddiq sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI) Nomor 131.11-1418 Tahun 2022.

Pj wali kota diharapkan tetap bersinergitas dan menjalin hubungan dengan dirinya maupun wakil wali kota sebelumnya, Zainal Airifin. Sebab, beberapa program tahun ini yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dibuat di masa mereka.

“Karena ini di tengah tahun, dapat diteruskan, dilanjutkan sampai dengan akhir tahun,” imbuh Aminullah.

Keberlangsungan pembangunan berkelanjutan, disampaikan Aminullah, sangat diperlukan. Khususnya, pembangunan berlandaskan agama, pendidikan, hingga ekonomi, yang telah dibangun semasa dirinya memimpin.

Semua itu tentunya telah direncanakan ketika dirinya memimpin daerah yang ia label sebagai Kota Gemilang ini. Tujuannya dalam rangka mensejahterakan warga Kota Banda Aceh untuk masa yang akan datang.

Walau tak lagi menjabat sebagai wali kota, Aminullah mengaku tetap ingin menjadi sosok berpengaruh di tengah masyarakat. Ia tak ingin kontribusi kepedulian terhadap warga berkurang meski tak lagi berstatus orang penting nomor satu di Kota Banda Aceh.

“Saya tetap peduli dengan masyarakat,” ucapnya.

Di sela pertemuan itu, Aminullah menyampaikan berbagai kontribusi yang bakal ia lakukan ke depan dalam bentuk kegiatan sosial selain membantu pembangunan Kota Banda Aceh. Mulai dari bidang keagamaan hingga olahraga serta ekonomi.

“Saya sebagai ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), mungkin salah satunya bagaimana membasmi rentenir di Kota Banda Aceh,” tegasnya.

Semua kegiatan itu akan lebih mudah dilakukan, mengingat ia tak lagi menjabat sebagai wali kota. Sehingga suami dari Nurmiaty AR itu mengaku, lebih banyak waktu yang dimiliki untuk kegiatan tersebut.

“Kita beharap kontribusi penting ini, dapat memberikan manfaat bagi warga Kota Banda Aceh,” imbuh Aminullah.

Telah mengakhiri masa jabatan sebagai wali Kota Banda Aceh ke-12, bukan berarti karir perpoltikan ayah enam anak ini juga berakhir. Ia kini menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Banda Aceh.

Malah ketika masih menjabat, Aminullah sempat diisukan bakal maju sebagai calon gubernur Aceh pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Meski terbilang masih terlalu dini untuk gembar-gembor maju sebagai orang nomor satu di Provinsi Aceh, namun nama Aminullah sempat tampak dipasangkan dengan sejumlah tokoh politik Aceh lainnya. Itu terlihat pada poling yang pernah dibuat di media sosial.

Mengenai langkah perpolitikan ke depan, politisi yang menjadi pasangan Zainal Arifin pada Pilkada Kota Banda Aceh 2017 lalu ini tak banyak memberikan komentar. Termasuk ketika dirinya ditanyakan bakal maju sebagai anggota dewan perwakilan rakyat (DPR).

“Memang kita belum berpikir -maju di Pemilu 2024- total, tetapi yang jelas bahwa kita akan berpikir untuk Banda Aceh dahulu,” tutupnya.[]

PEWARTA: MUHAMMAD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah