25.4 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Merawat Kaki Mencegah Amputasi Penderita Diabetes

spot_img

Luka parah atau borok yang muncul pada kaki penderita diabetes mellitus mengharuskan penanganan maksimal. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar penderita diabetes bisa terhindar dari amputasi.

Kaki penderita diabetes rentan terhadap luka atau borok yang berkembang pada kulit. Luka terbuka atau ulkus pada penderita diabetes jika tidak ditangani segera bisa berakibat fatal, kaki yang membengkak dan luka yang menyebar bisa berujung pada amputasi, karena luka yang disebabkan oleh komplikasi penyakit diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf dan sirkulasi darah.

Sebelum itu terjadi, perlu penanganan maksimal. Ketika ulkus berkembang dan menyebar di kaki, seorang penderita diabetes harus segera berkunjung ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat. Pasalnya, ulkus yang tidak ditangani akan menyebabkan kerusakan parah pada jaringan dan tulang.

“Tak jarang, orang dengan kondisi ini memerlukan operasi pengangkatan atau amputasi, entar itu di bagian jari, kaki utuh, atau bagian dari kaki. Kendati begitu, ulkus kaki dapat dicegah,” ujar Kepala Bidang Pengendali dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, dr Iman Nurrahman.

Untuk mencegah amputasi, Iman Nurrahman menyarankan penderita diabetes untuk sering mengontrol gula darah, melakukan pengobatan sesuai saran dokter, melakukan konsultasi rutin dengan dokter, olahraga teratur.

Hal lain yang harus dilakukan penderita diabetes agar terhindar dari amputasi adalah melakukan perawatan kaki untuk mencegah luka. Perawatan pada kaki penderita diabetes harus dilakukan dengan baik, kaki harus dicek setiap hari minimal sekali, apakah ada lecet, luka, borok, ruam, nyeri saat ditekan, atau bengkak.

“Sehari sekali juga perlu mencuci kaki dengan air hangat, kemudian dikeringkan dengan handuk lembut, terutama di sela-sela jari kaki. Kemudian, taburkan bedak atau tepung maizena di antara jari-jari kaki untuk menjaga kulit tetap kering. Bisa menggunakan batu apung untuk menggosok kulit telapak kaki, karena kapalan mudah terbentuk di area telapak kaki. Kemudian untuk bagian atas dan bawah kaki bisa menggunakan krim atau lotion agar kulit tetap lembut dan tidak kering,” jelasnya.

Selain itu tambah Iman Nurrahman, jangan menghilangkan luka di kaki tanpa bantuan dokter. Untuk menghindari cedera pada kulit penderita diabetes sebaiknya jangan gunakan kikir kuku, gunting kuku atau gunting pada kapalan, borok, atau kutil. Temui dokter atau spesialis kulit untuk mengetahui treatment agar bisa menghilangkan luka di kulit kaki tersebut.

Untuk menghindari luka pemotongan kuku pada penderita diabetes juga harus dilakukan secara hati-hati. Potong kuku lurus menggunakan gunting khusus kuku. Kemudian, ratakan ujung kuku dengan amplas secara perlahan agar terhindar dari luka sayatan. Selalu menggunakan alas kaki untuk mencegah cedera pada kaki. Kenakan alas kaki di mana pun berada, termasuk di dalam rumah.

Selain menggunakan alas kaki, penderita diabetes juga disarankan untuk mengenakan kaus kaki yang bersih dan kering. Lebih bagus kaus kaki yang terbuat dari serat yang menyerap keringat seperti katun. Hindari kaus kaki ketat karena dapat menghambat sirkulasi udara, serta mengenakan sepatu yang pas.

“Bila berkegiatan atau bekerja yang mengharuskan memakai sepatu, penderita diabetes harus mengenakan sepatu yang nyaman dengan bantalan di bagian tumit, bola kaki, dan lengkungan. Hindari sepatu sempit dan high heels karena berisiko menyebabkan cedera,” tambahnya.

Yang tak kalah pentinnya adalah menghindari kebiasaan merokok, karena merokok dapat mengganggu sirkulasi dan mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Masalah peredaran darah dapat mengakibatkan luka lebih parah dan penyembuhan yang lama.

Penderita diabetes harus melakukan pemeriksaan kaki ke dokter secara rutin untuk melihat apakah ada tanda-tanda awal kerusakan saraf, sirkulasi udara yang buruk, atau masalah lainnya.

“Penderita diabetes yang memiliki masalah luka di kaki harus segera konsultasi dengan dokter, apa lagi jika mengalami kondisi berikut kuku kaki tumbuh ke dalam melepuh, adanya benjolan di telapak kaki dengan bintik gelap luka terbuka atau berdarah, pembengkakan ruam atau kemerahan bau busuk bisul yang berlangsung lebih dari satu-dua minggu, ulkus lebih besar dari 2 centi meter, bisul yang begitu dalam sehingga  tulang di bawahnya. Jika kondisinya seperti itu harus ditangani dengan baik agar tidak sampai diamputasi,” imbau Iman Nurrahman.[adv]

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI