25.1 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Misteri Pembunuhan Prof Safwan Idris Belum Terungkap

spot_img

NY ALAWIYAH menjadi sosok kunci untuk mengenal pelaku penembakan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar Raniry, Prof Safwan Idris. Dia adalah istri sekaligus teman hidup almarhum Profesor Safwan Idris yang dikenal sebagai akademisi dan juga saleh.

Hari itu, 16 September 2000, Alawiyah merupakan satu diantara dua orang saksi yang melihat wajah para pelaku penembakan Prof Safwan. Kejadian itu berlangsung di rumah mereka, yang berada di Jalan Alkindi, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Selain Alawiyah, pembantu di kediaman Prof Safwan Idris juga sempat melihat wajah dua pelaku. Sosok ini pula yang pertama kali menyambangi para pelaku ketika mereka menggedor pintu, di kala pagi berdarah itu. Kepada pembantu Prof Safwan Idris itulah kedua pelaku mengaku sebagai mahasiswa, yang ingin menyampaikan suatu hal penting kepada sang Rektor.

Seperti diketahui, Prof Safwan Idris adalah satu diantara tiga tokoh Aceh yang ditembak orang tak dikenal (OTK) masa Aceh dirudung konflik di masa lalu. Rektor IAIN Ar Raniry itu dibedil di rumahnya oleh dua orang yang mengaku sebagai mahasiswa. Korban mengalami luka tembak di bagian rahang kiri bawah hingga belakang.

Kedua saksi kunci tersebut sempat memberikan sketsa para pelaku penembakan Prof Safwan kepada polisi. Namun, kedua eksekutor tersebut hingga sekarang tidak ditemukan. Elemen sipil di Aceh berkali-kali mendesak agar kasus tersebut dapat diungkap pihak kepolisian. Akan tetapi hingga dua dekade lebih, sosok intelektual dan juga eksekutor pembunuh cucu Abuya Teungku Mudawali Al-Khalidi tersebut tak jua terungkap ke publik.

Safwan merupakan tokoh yang berpengaruh dan dikenal dekat dengan masyarakat Aceh. Pria kelahiran 5 September 1946 di Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar tersebut sempat mengusulkan penyelesaian konflik Aceh lewat dialog dan cara damai.

Dari catatan KontraS Aceh diketahui Profesor Safwan ditembak pada 16 September 2000 sekitar pukul 06.40 WIB. Dia terkena timah panas yang dilesakkan dari pistol kaliber 280. Alumni pertama dari IAIN Ar Raniry ini sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin selama 30 menit. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Setelah Prof Safwan Idris ditembak di kediamannya, sekitar delapan bulan kemudian giliran Ketua DPRD Aceh HT Johan yang ditembak orang tak dikenal. Kala itu, 10 Mei 2001, ayah dari anggota DPR Aceh Teuku Irwan Djohan tersebut baru saja pulang dari Masjid Raya Baiturahman usai melaksanakan salat Subuh.

Kasus pembunuhan terhadap tokoh Aceh tidak berhenti di situ. Empat bulan kemudian, giliran Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Dayan Dawood yang dibedil orang. Prof Dayan ditembak saat dalam perjalanan menggunakan mobil di Jalan T Nyak Arief oleh dua orang yang membonceng sepeda motor.

Eksekutor dan juga dalang intelektual pembunuhan para tokoh Aceh tersebut hingga sekarang masih misteri. Tidak ada para pihak yang mengakui atau mengungkap pelaku penembakan tersebut.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah