26.5 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Pengembalian Dana Beasiswa Bermasalah Capai Rp801.795.000

BANDA ACEH | ACEH INFO – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh terus menelusuri aliran dana korupsi beasiswa dengan memeriksa saksi dan para mahasiswa penerima dana pendidikan tahun anggaran 2017. Polisi juga mengimbau para penerima beasiswa yang tidak memenuhi syarat untuk mengembalikan kerugian negara agar terhindar dari jeratan hukum.

“Mulai dari posko dibuka sampai saat ini, sudah ada 35 mahasiswa yang kembalikan dengan total Rp 355.150.000. Secara keseluruhan, jumlah pengembalian kerugian negara baik sebelum dan sesudah buka posko adalah Rp 801.795.000,” ujar Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya di Polda Aceh, Rabu, 13 April 2022.

Kabar teranyar, sahabat sekaligus Korlap DS bernama ustaz S telah dibawa paksa Tim Khusus Ditreskrimsus Polda Aceh pada 30 Maret 2022 lalu. Dia diboyong polisi lantaran beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik.

Ustaz S masih diperiksa secara intensif terkait perannya dalam kasus tersebut. Karena berdasarkan keterangan dari saksi lain, yang bersangkutan memotong dana beasiswa 50-75 persen.

“Ustaz S masih diperiksa sebagai saksi dan dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara penetapan tersangka. Ustaz S juga dimintai keterangannya terkait peran saksi DS semasa menjabat sebagai anggota DPRA,” ujar Winardy.

Polisi juga telah menetapkan SM selaku Direktur Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh selaku tersangka kasus korupsi beasiswa pada Senin, 28 Maret 2022.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, SM dinilai cukup unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi beasiswa yang bersumber dari APBA tahun 2017 dengan total anggaran Rp22,317,060.000,” sebutnya.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya melalui Kabid Humas Kombes Winardy menyampaikan, di dalam gelar perkara, tujuh orang dinilai memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka atas kasus korupsi dana pendidikan.

Ke tujuh orang tersebut adalah SYR selaku PA, FZ selaku KPA, RSL selaku KPA, FY sebagai PPTK, SM, serta RDJ dan RK sebagai Korlap.
Pihak kepolisian juga sudah melaporkan gelar perkara penetapan tersangka tersebut baik ke Bareskrim Polri maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI