20.6 C
Aceh

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Poh An Tui dan Sentimen Anti Tionghoa di Aceh

Poh An Tui merupakan pasukan sipil bersenjata dari etnis Tionghoa yang dibentuk dan dilatih oleh Belanda pada agresi kedua. Mereka membuat kerusuhan yang berujung munculnya sentiment anti Cina di berbagai daerah.

Poh An Tui didirikan pada 1 April 1946, atas persetujuan mantan Gubernur Hindia Belanda di Sumatera AJ Spits, sebagai kelanjutan dari kesepakatan Belanda dengan Inggris (Sekutu) pada 26 November 1945, yang memberi wewenang kepada pasukan Inggris untuk penaklukan Sumatera.

Di Banda Aceh pada 13 Oktober 1945, para pemuda etnis Tionghoa dari Seutui, Peunayong dan daerah sekitar, berkumpul kemudian berkonvoi ke Uleelheu untuk menyambut masuknya Sekutu dan tentara Koumintang dari Cina.

Baca Juga: Kisah Pemuda Aceh Menyiapkan Mobil RI 1

Sepanjang jalan mereka mengolok-ngolok pejuang kemerdekaan dengan spanduk dan poster provokatif, “Tentara kami akan mendarat di sini, mereka prajurit-prajurit pilihan.” Pemuda Tionghoa sangat mendukung masuknya Sekutu ke Aceh setelah Jepang kalah.

Sebaliknya, rakyat Aceh tidak menginginkan hal tersebut. Ribuan rakyat Aceh membuat pertahanan di sepanjang pantai. Dan sampai beberapa hari kemudian tentara Koumintang dari Cina yang disebut-sebut akan masuk Aceh bersama tentara Sekutu tidak pernah tampak batang hidungnya. Sejak itu sentimen anti Tionghoa di Aceh mulai bangkit.

Jauh sebelumnya sentiment anti Tionghoa itu muncul, pada 23 Oktober 1945, tokoh muda Tionghoa di Jakarta, Injo Beng Goat menulis surat khusus kepada masyarakar etnis Tionghoa di seluruh Indonesia. Kopian surat itu juga dibagi-bagikan kepada masyarakat etnis Tionghoa di Aceh.

Baca Juga: Aceh Lakukan Show of Force Melawan Jepang

Injo Beng Goat merupakan mantan Hopredaktur surat kabar Keng Po yang terbit di Jakarta. Ia beberapa tahun mendekam dalam penjara ketika Jepang berkuasa. Dalam suratnya, ia menyerukan agar etnis Tionghoa ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari rongrongan Belanda dan sekutunya.

Dalam suratnya Injo Beng Goat juga mengutip sejarah semangat perjuangan Sut Yat Sen dalam menentang penjajahan di Cina. “Jangan bersikap setengah-setengah, secara dagang melihat untung rugi,” tulisnya dalam surat itu.

Surat Injo Beng Goat itu mampu memperngaruhi sikap sebagian orang Tionghoa di Aceh. Pada 21 Desember 1945, kelompok etnis Tionghoa di Banda Aceh menyumbang uang tunai untuk perjuangan kemerdekaan sebesar f.37.495. Pada hari yang sama kelompok masyarakat etnis Tamil/India juga menyumbang sebesar f.8.035,50.

Baca Juga: Habib Abdurrahman Menyerah Kepada Belanda

Meredamnya sentiment anti Tionghoa di Aceh kemudian juga membuat para pedagang Tionghoa bisa berbisnis dengan baik. Malah pada 3 Februari 1946, para pedagang etnis Tionghoa membuat perkumpulan Hua Chiau Chung Hui (Gabungan Perkumpulan Tionghoa Perantauan) di Banda Aceh.

Perkumpulan ini diketuai oleh Liong Jaw Hiong, saat peresmian di dinding kantor perkumpulan ini dipasang foto pemimpin Cina Dr Sun Yat Send an Chiang Kai Shek berdampingan dengan foto presiden Soekarno.

Kemudian pada 26 Desember 1946, Liong Yaw Hiong selaku pemimpin etnis Tionghoa seluruh Aceh kembali menegaskan keberpihakan mereka kepada perjuangan bangsa Indonesia, dalam rapat akbar bangsa asing (etnis minoritas) di Banda Aceh.

Baca Juga: Knottenbelt Mata-mata Sekutu Masuk ke Aceh

Surat Injo Beng Goat itu disebarkan karena Sikap etnis Tionghoa pecah soal perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Ada yang netral, ada yang mendukung perjuangan kemerdekaan, ada juga yang menjadi milisi bersenjata Sekutu melawan kelompok pejuang kemerdekaan.

Lebih jelas tentang itu bisa dibaca dalam buku Batu Karang di Tengah Lautan, Modal Perjuangan Kemerdekaan, dan buku Sekali Republiken Tetap Republiken. Ketiga buku ini dalam bagian-bagian tertentu juga membahas tentang keberadaan etnis Tionghoa di Indonesia pada masa perjuangan. Ketiga buku tersebut ditulis oleh pelaku sejarah perjuangan kemerdekaan di Aceh, Teuku Alibasjah Talsya.[]

Baca Juga: Kisah Aceh Menyuplai Data dan Dana Diplomasi Luar Negeri Indonesia

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah