27.9 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Polda Aceh Didesak Segera Umumkan Nama Tersangka Kasus Pengadaan Wastafel

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Polisi didesak untuk segera mengumumkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan wastafel di Dinas Pendidikan Aceh. Terlebih polisi saat ini sudah menyita uang tunai Rp200 juta yang merupakan fee dari pinjam pakai perusahaan pengadaan sanitasi dan tempat cuci tangan (wastafel) terkait kasus itu.

“Kalau kita lihat dari perkembangan dari kasus itu, sudah penyitaan uang fee terhadap peminjaman perusahaan, berarti unsur tindak pidana sudah sangat memenuhi,” kata Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, menjawab pertanyaan acehinfo.id, Rabu, 21 September 2022 pagi.

Dia menduga saat ini penyidik sudah memegang dua alat bukti yang cukup terkait kasus itu.

Baca: Penyidik Sita Fee Rp200 Juta Pinjam Pakai Perusahaan Pengadaan Wastafel

Seperti diketahui, Penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh menyita uang tunai Rp200 juta yang merupakan fee dari pinjam pakai perusahaan pengadaan sanitasi dan tempat cuci tangan (wastafel) di Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh.

Selain itu, Penyidik Polda Aceh juga telah menyita dokumen kontrak dan pembayaran terhadap 390 paket pekerjaan yang telah dipecah untuk menghindari tender. Penyidik juga mengamankan uang tunai Rp100 juta yang diduga kuat sebagai suap ke pejabat pengadaan untuk memuluskan pekerjaan tersebut.

Inilah yang membuat MaTA optimis jika penyidik sebenarnya sudah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus pengadaan wastafel itu. “Jadi sudah seharusnya penyidik untuk segera mengumumkan tersangka. Kita juga meyakini kalau penyidik sudah mengantongi siapa-siapa nama tersangka,” ungkap Alfian.

Dia berharap proses penetapan tersangka hingga berkas kasus dugaan korupsi terkait pengadaan wastafel ini dapat sesegera mungkin diajukan ke pengadilan. Apalagi penyelidikan dan penyidikan kasus ini telah berjalan lama.

“Prosesnya harus disesegera mungkin, karena kasus wastafel ini juga menjadi atensi publik karena pembangunan (pengadaan) wastafel tersebut bertepatan dengan Covid-19,” kata Alfian lagi.

Kasus ini semakin menjadi perhatian publik lantaran sumber dana pengadaan wastafel itu berasal dari dana darurat. Inilah yang ditekankan MaTA agar menjadi skala prioritas bagi Polda Aceh untuk mengungkapkan kasus tersebut secara cepat.  “Jangan seperti pengalaman kasus beasiswa,” pungkas Alfian.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah