27.9 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Polisi Diminta Amankan Uang Tiket Penonton Persiraja vs PSMS Medan

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Polisi diminta untuk mengamankan uang tiket penonton laga Persiraja vs PSMS Medan yang gagal dilaksanakan di stadion H Dimurthala Lampineung, Senin, 5 September 2022. Insiden padamnya listrik stadion telah menjadi preseden buruk bagi Persiraja yang turut mengundang kekecewaan bagi para fans.

“Kita meminta agar pihak kepolisian untuk mengamankan uang tiket penonton yang telah diberikan, karena pertandingan telah sah dihentikan,” ujar Ketua Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) Muhammad Jasdi melalui siaran pers, Selasa, 6 September 2022.

Dia mengatakan ribuan masyarakat pecinta sepakbola telah rela mengeluarkan uang di tengah ekonomi yang sulit untuk membeli tiket demi menonton tim kebanggaan Persiraja. Untuk itu, menurut Muhammad Jasdi, polisi tidak bisa menyalahkan massa yang dirundung kecewa sehingga berakibat pada pembakaran fasilitas stadion H Dimurthala Lampineung. Polisi juga diminta untuk menjadi pihak yang adil dalam menjaga kepentingan publik pecinta sepak bola di Aceh.

“Ini merupakan preseden memilukan sekaligus memalukan bagi masyarakat Aceh,” katanya.

Dia menyebutkan panitia pelaksana membanderol tiket paling rendah Rp50 ribu hingga Rp200 ribu per penonton. Jumlah tersebut jika diakumulasikan secara kasar dapat mencapai ratusan juta rupiah.

“Jumlah per orang yang mengeluarkan tiket, bagi orang kaya memang relatif sangat murah. Tapi bagi masyarakat biasa ini adalah harga yang mesti dikeluarkan untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga. Untuk itu, secara tegas kita minta pihak kepolisian mengamankan uang tiket penonton dan panitia harus melaporkannya secara transparan kepada publik, ini penting,” tegasnya.

FPMPA juga mengingatkan panitia agar ke depannya lebih siap dalam laga-laga berikutnya agar preseden buruk seperti ini tak terulang kembali. Manajemen dan panitia juga diminta untuk benar-benar siap serta tidak hanya mencari sensasi ketika menjelang pertandingan sepert mewajibkan pemain menggunakan lejing.

“Tapi hal-hal teknis juga harus dipersiapkan dengan matang. Jika tidak, lagi-lagi masyarakat Aceh khususnya pencinta sepak bola Tanah Rencong akan dirugikan. Dimana letak martabat laskar Tanah Rencong jika di awal laga saja sudah sedimikian rupa. Kami minta manajemen dan panitia harus mempertanggungjawabkannya kepada masyarakat Aceh. Bek gara-gara panitia hana siap, lampu matee, ban saboh Aceh malee,” imbuhnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah