25.4 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Prabowo Tunjuk Fadlullah Ganti TA Khalid Jadi Ketua Gerindra Aceh, Kenapa?

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Prabowo Subianto mendadak menggantikan kepengurusan inti DPD Gerindra Aceh. Pergantian kepengurusan ini turut mengundang sejumlah tanda tanya dari sejumlah pihak. Apakah internal Gerindra Aceh sedang bermasalah, atau pergantian kepengurusan inti tersebut merupakan salah satu persiapan partai politik nasional itu sebagai salah satu jalan untuk menjalin koalisi baru di tingkat daerah dalam menghadapi Pemilu 2024?

Berdasarkan informasi yang diterima acehinfo.id, Prabowo Subianto menunjuk Fadhlullah yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI dari Dapil I Aceh sebagai Ketua DPD Gerindra Aceh. Dia menggantikan posisi TA Khalid, yang juga anggota DPR RI asal Aceh, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Aceh.

Selain itu, Prabowo Subianto juga menunjuk Safaruddin yang sebelumnya sebagai sekretaris menjadi Wakil Ketua DPD Gerindra Aceh. Sementara Abdurrahman Ahmad yang selama ini menjabat Ketua Fraksi Gerindra di DPR Aceh dipercaya mengisi jabatan Safaruddin selaku Sekretaris DPD Gerindra Aceh.

“Iya betul,” jawab Abdurrahman Ahmad ketika ditanya tentang penunjukan dirinya sebagai Sekretaris DPD Gerindra Aceh yang baru.

Dia juga membenarkan bahwa Fadlullah menggantikan posisi TA Khalid sebagai Ketua DPR Aceh, dan Safaruddin sebagai Wakil Ketua DPD Gerindra Aceh.

Menurut Abdurrahman Ahmad, rotasi yang dilakukan di tubuh Gerindra Aceh hanya berlaku pada struktur kepengurusan di tingkat DPD. Namun, perombakan formasi kepengurusan tersebut menurutnya belum menyentuh struktur fraksi-fraksi yang ada di tingkat DPR.

Abdurrahman Ahmad juga menampik adanya permasalahan internal sehingga Gerindra merotasi kepengurusannya di Aceh. Menurutnya perombakan pengurus merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi, termasuk di Gerindra Aceh.

“Di organisasi biasa saja adanya rotasi kepengurusan, sebagai bentuk penyegaran dan sebagainya lah kan., tapi kita tidak tahu juga apa pertimbangan DPP. Itu bagusnya ditanyakan langsung di malam pelantikan pengurus nanti, karena ada Sekjen Gerindra Pusat yang datang ke sini,” kata Abdurrahman Ahmad.

Selain itu, menurut Abdurrahman Ahmad, partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut juga tidak mengatur mekanisme periode pada sebuah struktur kepengurusan. Hal ini berbeda dengan partai-partai yang lain—yang menurutnya memiliki masa aktif periode dalam rentang waktu tertentu.

“Gerindra tidak ada masa kepengurusan periode. Jadi itu berdasarkan keputusan pusat, pusat bisa saja mengganti, apa pertimbangan Pusat, kita tidak tahu juga. Namun di tingkat kami biasa saja, kita adem saja, tidak ada masalah apa-apa,” ujar Abdurrahman Ahmad.

Abdurrahman Ahmad juga menyebutkan pergantian pengurus DPD Gerindra Aceh tidak memiliki hubungan dengan persiapan partai tersebut dalam menghadapi Pemilu 2024. Menurutnya siapapun yang dipercaya menjabat dalam struktur pengurus Gerindra, diwajibkan untuk bekerja maksimal dalam menghadapi Pemilu. “Nggak ada hubungan antara persiapan Pemilu dengan rotasi ini,” kata Abdurrahman Ahmad.

Dia juga membantah jika pergantian pucuk pimpinan di Gerindra Aceh tersebut berkaitan dengan koalisi partai politik di daerah. Seperti diketahui, TA Khalid dikenal akrab dengan Ketua DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf. Keduanya bahkan sempat berduet sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2017 lalu. Namun, tersiar kabar bahwa koalisi yang dibangun antara Gerindra dengan Partai Aceh mulai renggang. Ini pula yang diduga membuat Gerindra Pusat berinisiatif untuk mengganti pucuk pimpinan partai di tingkat Aceh.

Terkait issue ini, Abdurrahman Ahmad tegas membantah pergantian pimpinan Partai Gerindra Aceh berkaitan dengan hal tersebut. “Nggak ada hubungan dengan itu,” pungkas Abdurrahman Ahmad.[]

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI