27.9 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Putra Seunuddon Perintis IAIN Lhokseumawe Tutup Usia

spot_img

LHOKSEUMAWE | ACEH INFO – Pendidikan Aceh kembali kehilangan salah satu tokohnya. Adalah Dr Drs H Hafifuddin M.Ag, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe periode 2017-2021 meninggal dunia dalam perawatan di sebuah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara pada Rabu, 7 September 2022.

Jenazah almarhum disalatkan di kediamannya di Komplek Mutiara Indah, Alue Awe, Kota Lhokseumawe dan selanjutnya dibawa pulang ke tanah kelahirannya di Seunuddon untuk dikebumikan.

Putra kelahiran Seunuddon itu menyelesaikan jenjang S3 Hukum Islam di UIN Sumatera Utara pada tahun 2013. Almarhum merupakan sosok pengajar sekaligus ustaz yang kerap tampil mengisi khutbah jumat di berbagai masjid di seluruh Aceh.

Hafifuddin yang akrab disapa Pak Afi oleh dosen dan mahasiswanya itu dianggap sebagai sosok ayah oleh mahasiswanya, bahkan sebagian mahasiswanya saat ini telah menjadi tenaga pengajar pula di berbagai kampus di Aceh.

Hal ini sebagaimana dituturkan salah satu alumni IAIN Lhokseumawe Maimun, satu diantara ratusan orang yang mengunggah berita duka almarhum di media sosial. Pria yang berprofesi sebagai wartawan itu menulis kesannya kepada sosok Pak Afi di status media sosial miliknya. Menurut Maimun, Pak Afi merupakan sosok pahlawan pendidikan.

“Selamat selamat jalan guru, selamat jalan pak cik, selamat jalan ayah. Tiga hal tersebut melekat erat pada dirimu. Tanpamu waktu itu, kuliahku pasti terhenti, tanpamu pada saat itu aku harus kembali lagi ke Seunuddon atau pergi entah ke mana lagi. Berkat dirimu SPP-ku berhasil terlunasi hingga semester akhir saat aku kuliah di STAIN Malikussaleh,” tulis Maimun di beranda media sosialnya.

Pak Afi sangat dikenal di kalangan guru, karena mayoritas guru di Aceh Utara merupakan lulusan IAIN Lhokseumawe. IAIN merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri dengan jurusan keguruan di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe. Secara langsung maupun tidak langsung, sebagian besar guru di wilayah tersebut merupakan murid beliau.

Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Lhokseumawe, Taufiq Mahmud menceritakan kesannya selama bersama Pak Afi. Dosen yang mengabdi sejak tahun 2004 itu mengatakan bahwa Pak Afi merupakan sosok pengayom, ramah kepada semua orang.

“Terakhir saya bertemu beliau pada upacara di Kampus beberapa hari yang lalu, beliau tampak segar bugar, masih bertegur sapa. Bagi saya, beliau sosok yang mengayomi, kalau duduk bersama kami, beliau sering menceritakan kisah perjalanan hidup beliau,” kata Taufiq.

Berdasarkan penuturan Taufiq, Pak Afi berasal dari keluarga sederhana. Beliau sudah menjadi yatim piatu sejak kecil. Pak Afi tinggal bersama kakaknya, kesehariannya beliau menggembala kambing usai pulang sekolah. Almarhum juga punya hobi bermain sepak bola.

“Pada waktu bersekolah beliau aktif sebagai ketua komisariat Pelajar Islam Indonesia (PII) kecamatan Seunuddon. Beliau juga aktif mengajar ngaji pada malam harinya, aktivitas mengajar ngaji ini berlanjut sampai beliau lulus dari IAIN Ar Raniry Banda Aceh dan mengajar di Politeknik Negeri Lhokseumawe,” ungkap Taufiq.

Lanjut Taufiq, meskipun menjabat sebagai Rektor, Pak Afi memiliki integritas tinggi.

“Biasanya kalau pejabat setingkat Rektor itu kan bisa hidup mewah, karena pendapatan tinggi. Lebih kurang selama 17 tahun memimpin IAIN beliau tetap hidup sederhana. Sosoknya begitu identik dengan IAIN Lhokseumawe,” lanjut Taufiq.

Senada dengan Taufiq, Dosen IAIN Lhokseumawe Zulfikar Ali Buto mengatakan bahwa Pak Afi adalah seorang ayah bagi dirinya.

“Ayah seorang pemimpin yang mampu membangkitkan semangat kerja, semangat berkarya, semangat membangun. Sosoknya pantang menyerah, suka berbagi, santun, dermawan, humoris tetapi bermakna. Sosoknya kuat dalam menjalankan ibadah malam, selalu berdoa untuk dirinya dan orang lain. Beliau inspirator bagi semua orang yang disampingnya, memberi penyemangat hidup, motivator akademik,” ungkap Zulfikar.

Hafifuddin diangkat sebagai Ketua STAI Malikussaleh Lhokseumawe periode 2001-2004 berdasarkan keputusan hasil rapat senat  Pada masa kepemimpinannya, STAI Malikussaleh  Lhokseumawe mulai melakukan berbagai persiapan dan pembenahan menuju penegerian.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan ditandatanganinya Keputusan Presiden Megawati Soekarno Putri, Nomor 2 tentang Penegerian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe pada tanggal 5 Januari 2005.

Pasca penegerian institusi pendidikan tinggi Islam satu-satunya di kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara saat itu, Hafifuddin kembali mendapatkan amanah melanjutkan estafet kepemimpinannya untuk periode 2006-2010. Kemudian, ia digantikan oleh Dr Iskandar Budiman, sejak tahun 2010 hingga 2013.

Pada tahun 2014, dalam sebuah rapat senat STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, Hafifuddin terpilih kembali sebagai Ketua STAIN Malikussaleh Lhokseumawe periode 2014-2018 setelah sela satu periode.

Namun, belum sempat menghabiskan masa jabatan hingga tahun 2018, Hafifuddin bersama dengan para aktivis kampus berhasil melakukan konversi status institusi ini menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dengan terbitnya Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2016 tentang IAIN Lhokseumawe pada 1 Agustus 2016 yang ditandatangani Presiden RI Joko Widodo.

Setelah peralihan status ke IAIN, Presiden melalui Menteri Agama RI, menunjuk Hafifuddin, untuk melanjutkan amanah kepemimpinan untuk jangka waktu 2017-2021.

Untuk diketahui, Hafifuddin dilantik sebagai Rektor pertama setelah kampus tersebut alih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh menjadi IAIN Lhokseumawe, pada 1 Februari 2017 oleh Menteri Agama RI saat itu Lukman Hakim Saifuddin.

Setelah tak lagi menjabat Rektor, Pak Afi tetap mengabdi di IAIN Lhokseumawe sebagai dosen biasa sembari menjadi Pimpinan Dayah Terpadu Al-Muslimun Lhoksukon sejak Juni 2021.

EDITOR: M. AGAM KHALILULLAH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah