26.1 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Remaja Terdakwa Rudapaksa Anak Bawah Umur Dibebaskan, Ini Kata Aktivis

BANDA ACEH | ACEH INFO – Vonis bebas terhadap remaja terdakwa pemerkosa anak bawah umur oleh Mahkamah Syariah Blangpidie diduga berkaitan dengan dua pasal yang ada dalam Qanun Hukum Jinayah Aceh. Hal inilah yang membuat pegiat perlindungan anak Aceh, Ayu Ningsih tidak heran dengan putusan hakim tersebut.

“Selama dua pasal yang ada dalam Qanun Hukum Jinayat Aceh belum dicabut, yaitu Pasal 47 tentang pelecehan seksual terhadap anak dan Pasal 50 tentang pemerkosaan terhadap anak, maka pelaku kekerasan seksual terhadap anak akan sangat mungkin untuk dibebaskan dengan dalih lemahnya bukti dan saksi,” kata Ayu Ningsih menjawab acehinfo.id, Selasa, 26 Juli 2022.

Baca: Remaja Terdakwa Pemerkosa Anak Bawah Umur Divonis Bebas, JPU Ajukan Kasasi

Apalagi menurut Ayu Ningsih, alternatif hukuman yang diatur dalam Qanun Jinayat memberikan keleluasaan bagi hakim dalam membuat putusan, sehingga mengakibatkan keresahan bagi korban dan keluarganya dengan putusan alternatif yang diberikan kepada pelaku. “Sementara di sisi lain, korban masih harus terus berjuang untuk mendapatkan pemulihan fisik, mental dan psikososial,” kata Ayu lagi.

Padahal menurutnya saat pelaku kejahatan terhadap anak tidak memperoleh hukuman yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya, maka dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis pada korban secara umum. “Bahkan bagi pelaku secara khusus.”

Ayu berpendapat anak yang menjadi korban akan merasa tidak aman dan nyaman terhadap lingkungan, sistem hukum maupun pemerintahan. Hal ini juga mengakibatkan psikologis si anak yang menjadi korban bermasalah.

“Sedangkan Pelaku dapat mendapatkan pembenaran dan justifikasi bahwa prilakunya bukan merupakan prilaku yang salah dan membutuhkan penanganan lebih lanjut,” tambah Ayu Ningsih.

Berdasarkan penelitian, menurut Ayu Ningsih, pelaku kejahatan yang menggunakan justifikasi dan mencari pembenaran terhadap perilakunya, beresiko lebih tinggi untuk mengulangi perbuatannya.

Penelitian terhadap residivis pelaku kejahatan seksual terhadap anak, juga menunjukkan tingkat pengakuan kembali yang bervariasi, dengan indikasi adanya karakteristik pribadi dan kondisi situasi yang dapat mempengaruhi.

Di sisi lain, Ayu yang mantan Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Aceh (KPAA) tersebut mengatakan Qanun Hukum Jinayat Aceh juga belum mengakomodir hak-hak anak korban tindak pidana. Selama ini, kata dia, Qanun tersebut hanya mengakomodir hak anak korban perkosaan saja yang mendapatkan restitusi. “Dan untuk proses pengajuan restitusi pun sampai sekarang belum ada aturan turunan yang mengaturnya,” kata Ayu.[]

EDITOR: BOY NASHRUDDIN AGUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI