26.5 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Satgas Minyak Goreng Buru Produsen Curang

JAKARTA| ACEHINFO-Setelah tak jadi-jadi mengumumkan para mafia minyak goreng, kini pemerintah lewat kementerian Perindustrian bersama Polri membentuk satuan tugas minyak goreng. Satgas ini khusus mengurus masalah distribusi dan memburu produsen minyak goreng yang curang.

“Untuk memastikan ketersediaan di pasar betul-betul ada, kami bersama Pak Menperin membentuk satgas gabungan, di mana satgas gabungan ini kita tempatkan mulai di level pusat, para produsen, dan di kantor pusat,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (4/4).

Mahal dan langkanya minyak goreng di tanah air sebelummnya diungkapkan oleh menteri Perdagangan Muhammad Lutfi karena adanya mafia yang bermain. Namun hingga kini belum ada satu pun kelompok yang disebut sebagai mafia minyak goreng itu ditangkap.

Kapolri mengatakan,personel satgas gabungan itu bakal ditempatkan di beberapa produsen besar minyak goreng. Personel dari Polri dan Kemenperin bakal berjaga selama 24 jam mengawasi proses produksi minyak goreng. Itu untuk menjamin produksi minyak goreng berjalan lancar.

“Kita tempatkan personel dari polisi dan dari Kementerian Perindustrian khususnya di beberapa produsen besar melekat 24 jam untuk mengawasi proses produksinya,” katanya.

Harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah telah ditetapkan sebesar Rp 14 ribu per kilogram. Banyak laporan yang diterima polisi, produsen menggunakan minyak goreng curah untuk kemudian dikemas menjadi minyak premimum.

“Karena memang ada kekhawatiran, ada keragu-raguan terkait dengan penggantian dan itu sudah ditegaskan bahwa semuanya yang sudah diikat dengan kontrak dengan Badan Sawit itu akan diberikan subsidi,” sebutnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, saat ini pemerintah memberikan 72 kontrak kepada para perusahaan produsen minyak goreng curah untuk masyarakat. Dia bilang, ada beberapa perusahaan yang mencoba-coba memproduksi minyak goreng curah tak sesuai dengan nilai kontrak.

“Produsen yang produksinya tidak sesuai alokasi jumlah yang ditetapkan, akan ada sanksinya,” ujar Agus.

Agus meminta agar para produsen, maupun para pihak distributor tak melakukan kecurangan dengan mengemas ulang minyak goreng curah dalam bentuk kemasan premium yang akan berdampak pada tingginya harga, serta pengalihan komoditas tersebut untuk industri menengah, maupun besar.

“Regulasinya sudah memadai, semua sudah diatur, termasuk sanksi bagi perusahaan yang tidak patuh terhadap aturan yang sudah digariskan dalam Permenperin 8/2022 tersebut,” ujarnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI