24 C
Aceh

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Sempat Cium Tangan Abu Tumin Jelang Wafat, Tuah Mata dan Air Mata Pengusaha Aceh yang Menetap di Jakarta

JAKARTA I ACEH INFO – Seorang pengusaha asal Aceh yang menetap di Jakarta, sempat mencium tangan almarhum Ulama Kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Amin Mahmud (Abu Tumin) Blang Blahdeh, menjelang wafat, Selasa 27 September 2022.

Ulama Besar Serambi Mekkah itu meninggal dunia dalam perawatan di RSUD dr Fauziah Bireuen karena sakit. Namun tuah mata dan air mata menyelimuti Dr Hj Rizayati SH MM dan keluarga, pengusaha Aceh yang tinggal di Jakarta.

Betapa tidak, satu jam sebelum Abu Tumin meninggal, Hj Rizayati bersama suaminya H Imran Abdul Hamid tiba di Bandara Malikussaleh Lhokseumawe dengan pesawat Wing dari Jakarta.

Dari Bandara, Presiden Partai Indonesia Terang (Pinter) dan suami langsung menjenguk Abu Tumin yang sedang dirawat di rumah sakit pemerintah daerah RSUD dr Fauziah Bireuen.

“Kami sempat bincang-bincang dengan Abu sekitar satu jam, sebelum Abu wafat kami sempat mencium tangan beliau, tuah mata kami jauh-jauh dari Jakarta pulang kampung untuk menjenguk Abu,” kata Hj Rizayati sambil berlinang air mata kepada Acehinfo.id, Kamis 29 September 2022.

Abu Tumin merupakan Pimpinan Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, Jeumpa Kabupaten Bireuen yang memiliki ribuan santri dan santriwati serta telah melahirkan puluhan ribu Alumni.

Sebelum meninggal, Beliau dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen Senin 26 September sekira pukul 02.00 WIB.

Pengusaha Nasional asal Bireuen Dr Hj Rizayati SH MM yang dikenal dekat dengan Abu Tumin menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya ulama sepuh itu.

Katanya, dirinya sengaja terbang dari Jakarta tujuan menjenguk Abu Tumin dan langsung ke Rumah Sakit.

“Saya tiba di RS Abu sudah dibacakan kalimat Lailahailallah, dan saya sempat bermaafan, meskipun sangat kehilangan, namun kami sangat bahagia sempat melihat untuk terakhir kali dan menemani beliau 1 jam lebih sebelum menghadap sang Khalik,” kisah perempuan yang bergelar Cut Nyak Cahaya Jeumpa itu.

Hj Rizayati menyebutkan, kepergian Abu meninggalkan luka yang mendalam bagi semua orang bahkan langit pun menangis, Aceh telah kehilangan panutan.

“Bukan hanya saya, namun semua rakyat Aceh merasa kehilangan, beliau selain manjadi guru spiritual juga orang tua bagi saya tempat berkeluh kesah, Abu merupakan panutan dan cahaya penerang bagi umat Islam bahkan langit pun menangis setelah kepergian Abu,” lanjutnya.

“Mari kita semua mendoakan beliau, Semoga Abu ditempatkan di Syurga Allah yang paling tinggi, Selamat Jalan Abu! Allahummagfirlahu,” pungkas Hj Rizayati.

 

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah