24.7 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Seni Budaya Dalam Pandangan Islam

BANDA ACEH | ACEH INFO – Berbagai event pagelaran, pertunjukan, pameran dan berbagai bentuk upaya pelestarian seni-budaya, termasuk penelitian dan penerbitan buku tentang seni-budaya, juga pemugaran situs budaya dan destinasi pariwisata adalah hal secara-menerus diadakan dan diselenggarakan. Kali ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh juga beriniasiatif menggelar kegiatan Diskusi Publik Seni-Budaya Dalam Pandangan Islam, yang berlangsung hari ini di Hermes Hotel Banda Aceh, Selasa, 24 September 2022 mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Acara yang digelar secara offline dan online tersebut juga disiarkan secara Live On  melalui Chanel Youtube Disbudpar Aceh dan Facebook Serambi On TV.

Peserta diskusi, baik ofline dan online, terdiri dari berbagai kalangan masyarakat antara lain sejarawan, seniman dan budayawan, tokoh ormas Islam, unsur kalangan dayah, tokoh agamawan, kalangan pelaku usaha bidang Seni dan pariwisata, tokoh adat serta tokoh media massa.

Diskusi tersebut juga menghadirkan para narasumber yang dianggap berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Diantaranya, Tgk. Faisal Ali yang saat ini menjabat Ketua Majelis Permusywaratan Ulama (MPU) Aceh.

Pria yang akrab disapa Abu Faisal itu diminta menyampaikan materi makalahnya berjudul Seni-Budaya Dalam Perspektif Hukum Islam.

Selanjutnya mantan Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012, Muhammad Nazar, Prof. Guru Besar UIN Ar Raniry DR. Syamsul Rizal, M.Ag, serta Tgk. Muslim At-Thairi yang menjabat sebagai Ketua Ikatan Muslim Aceh Meudaulat (IMAM) Aceh.

Disbudpar Aceh juga berupaya menghadirkan pimpinan Dayah Babul Maghfirah Tgk.Masrul Aidi bin Muhammad Ismi, Lc.

Diskusi ini akan dipandu Prof. DR. Mohd. Harun, M,Pd selaku moderator.

Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal berharap dengan adanya kegiatan Diskusi Publik Seni-Budaya Dalam Pandangan Islam tersebut nantinya turut menambah wawasan bagi semua pihak, terutama bagi para seniman dan budayawan, pelaku usaha bidang seni dan pariwisata, serta masyarakat Aceh pada umumnya.

“Serta Disbudpar Aceh sendiri dalam melangkah untuk tujuan Pembangunan Aceh dalam sektor Kebudayaan dan Pariwisata,” katanya.

Sementara Kabid Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah selaku pelaksana kegiatan berharap diskusi tersebut dapat melahirkan hasil rumusan dan rekomendasi-rekomendasi yang dianggap penting untuk diupayakan dapat tersampaikan kepada Pemerintah Aceh, MPU Aceh serta DPR Aceh. “Dan (pihak) lainnya yang kita anggap perlu,” katanya.[]

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI