26.1 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Siap-siap, Harga Mie Instan Segera Naik

JAKARTA|ACEHINFO-Harga gandum dunia sedang meroket, seiring semakin meruncingnya perang antara Rusia dan Ukraina. Ini akan berdampak pada naiknya sejumlah komoditas dan bahan pangan yang menggunakan gandum sebagai bahan baku utamanya, termasuk mie instan.

Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut, kenaikan harga mie instan tak dapat dihindari karena bahan baku utama pembuatan makanan cepat saji itu harganya melambung tinggi.

“Harga supermie, harga indomie akan naik, tidak bisa dihindari,” kata Moeldoko dalam Seminar Wawasan Kebangsaan: Strategi Pemerintahan Jokowi Keamanan Nasional, seperti dikutip Selasa (19/7).

Perang Rusia-Ukraina telah memicu krisis pangan yang dirasakan oleh sejumlah negara. Rusia dan Ukriana adalah negara penghasil gandum terbesar dunia sekitar 30-40% dari kebutuhan dunia.

Menurut Moeldoko, Indonesia juga terdampak atas perang tersebut. Apalagi kebutuhan gandum nasional juga diimpor dari dua negara yang berkonflik itu

“Harga pupuk dunia dulu Ukraina, Belarusia US$400 per ton. Sekarang kita harus impor dari Kanada harganya US$900 per ton. Dampaknya petani kita teriak karena harga pupuk mahal,” ucapnya.

Ia mengatakan pemerintah sebenarnya telah berupaya meredam dampak itu. Tapi katanya, mengelola negara di tengah lingkungan global yang penuh tantangan seperti saat ini bukanlah hal mudah.

“Pak Jokowi betul-betul menjaga stabilitas, ini luar biasa nggak gampang tapi effort yang luar biasa akhirnya kita semua bisa menikmati suasana yang stabil ini, kehidupan kita damai,” kata dia.

CNN Indonesia memberitakan, Presiden Jokowi memperingatkan invasi Rusia ke Ukraina sangat mempengaruhi komoditas pangan dunia misalnya saja gandum. Apalagi Indonesia mengimpor gandum dari negara-negara tersebut sebesar 11 juta ton.

“Hati hati yang komoditas pangan dunia naik semua umpamanya Gandum. Kita juga impor gandum gede banget 11 juta ton impor gandum kita,” ujar Jokowi.

Kenaikan harga gandum, tambah Jokowi, sudah pasti akan berdampak pada harga pangan seperti roti dan mi di Indonesia. Sebab Indonesia masih bergantung pada gandum dari dua negara tersebut.

“Ini hati hati yang suka makan roti yang suka makan mi, harganya bisa naik. Karena apa? ada perang di Ukraina. Kenapa perang di Ukraina mempengaruhi harga gandum? Karena produksi gandum 34 persen berada di negara itu. Rusia, Ukraina, Belarusia semua ada di situ. Di Ukraina saja ada stok gandum,” sebutnya.[]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI