25.1 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Soal Jokowi 3 Periode, Relawan Sebut Itu Haram Bagi Demokrasi

spot_img

JAKARTA|ACEHINFO-Ketua Jokowi Mania atau Joman Imanuel Ebenezer punya sikap yang berbeda dengan organ relawan lain, seperti misalnya Pro Jokowi atau Projo, yang mengusulkan Jokowi 3 periode. Bagi Joman, usulan Jokowi 3 periode merupakan wacana yang sesat dan menjerumuskan.

“Ini produk haram bagi demokrasi, sangat berbahaya,” kata Noel, sapaannya, dalam pernyataan tertulis, sebagaiman dilansir Tempo.co Rabu, 31 Agustus 2022.

Noel yakin Jokowi tidak menginginkan berkuasa kembali dan hanya berharap munculnya pemimpin baru yang bisa seirama dan melanjutkan program program pemerintahannya. Karena itu, Joman berharap tidak ada lagi gagasan Jokowi 3 periode.

Wacana jabatan tiga periode ini sebelumnya muncul di awal tahun 2022. Hal itu pertama kali disuarakan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia mengklaim ide melanggar konstitusi tersebut merupakan aspirasi masyarakat.

Belum selesai dengan pernyataan Airlangga, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga mengeluarkan pernyataan serupa. Ia mengklaim menurut big data yang dimilikinya, ada 110 juta warganet yang meminta Jokowi menjabat tiga periode.

Sempat surut, kini wacana itu muncul lagi. Salah satunya dalam acara Musyawarah Rakyat atau Musra Relawan Jokowi yang digelar di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 28 Agustus.

Salah satu yang mendorong adalah Ketua Umum Projo yang juga Wakil Menteri Desa Budi Arie Setiadi, yang juga membandingkan dengan masa jabatan Kanselir Jerman Angela Merkel yang mencapai 16 tahun lamanya.

Jokowi pun kembali menanggapi suara relawan yang menghendaki dia kembali maju menjadi calon presiden pada Pilpres 2024. Jokowi pun mengungkapkan agar mereka tak salah pilih dan berhati hati saat memilih. “Saya ulangi lagi. Ulah lepat. Jangan keliru, salah salah menentukan sikap,” kata dia.

Jokowi kemudian meneruskan, bahwa ada lagi yang bertanya kepada dia, “siapa pak?”

Saat itu muncul suara “Jokowi, Jokowi”

“Ya nanti ini forumnya Musra ini ditanya, siapa. Jokowi, Jokowi. Konstitusi tidak memperbolehkan ya. Sudah jelas itu. Ya sekali lagi saya akan selalu taat pada konstitusi dan kehendak rakyat, Saya ulangi. Saya akan taat konstitusi dan kehendak rakyat,” tegas Presiden.

Mendengar hal itu massa pun kembali meneriakkan nama “Jokowi” sambil bertepuk tangan.

Jokowi kemudian mengungkapkan keheranannya terhadap kelompok yang langsung memprotes wacana jabatan presiden tiga periode. Menurut Jokowi, hal tersebut masih dalam tataran wacana saja.

“Karena negara ini negara demokrasi, jangan sampai ada yang baru ngomong tiga periode saja sudah ramai. Itu kan tataran wacana, kan boleh saja orang menyatakan pendapat,” ujar Jokowi.

Jokowi menyebut jabatan Presiden 3 periode untuk dirinya masih di tataran wacana. Sehingga, ia mengingatkan kepada pihak yang protes untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi dengan cara yang baik dan tidak anarkis.

“Wong ada yang ngomong ganti Presiden kan juga boleh. Ya ndak? Jokowi mundur kan juga boleh,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, Noel meminta Projo yang ikut mengusung Jokowi 3 periode untuk mengkaji sejarah dunia dan bahkan Indonesia sendiri. “Jangan memakai perbandingan Jerman dan Inggris. Mereka demokrasi parlementer, kita dulu pernah, dan akhirnya malah bubar,” kata aktivis 98 ini.

Dalam demokrasi parlementer, kata Noel, kepala negara bisa dijatuhkan kapan saja jika muncul ketidaksukaan elit politik partai. Noel mempertanyakan apakah Projo menginginkan kondisi seperti itu terjadi. “Kalau iya, berarti jelas menjerumuskan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Noel mengatakan sudah ada beberapa contoh jatuhnya perdana menteri di negara yang menganut sistem parlementer. Menurut dia, Indonesia adalah demokrasi langsung, di mana rakyat memilih presiden secara langsung dan perpanjangan masa jabatan presiden tidak boleh ada di parlemen.

“Yang lebih buruk Budi Arie, adalah aktor yg pernah ada saat kawan kawan mahasiswa berjuang di era reformasi. Dia menyaksikan bagaimana menjatuhkan Soeharto. Sementara dia menginginkan kita kembali ke Orde Baru dan Orde otoritarian,” ujar Noel.

Noel memberi contoh banyak rezim yang berkuasa panjang akhirnya didemo dan jatuh dengan mengerikan. Noel tidak menginginkan seperti itu.

“Kita lihat kejatuhan Saddam Husein, Moamar Khadafi, Soeharto dan lain-lain. Belum lagi para pemimpin yang diisolasi dunia karena berkuasa panjang. Semuanya dimulai dari memperpanjang kekuasaannya,” kata Noel.

Pernyataan sikap ini disampaikan Joman yang memang tidak ikut dalam Musra, seperti beberapa organ relawan Jokowi lainnya. Joman sudah menyatakan dukungan pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024 mendatang.

“Kami dukung Ganjar Pranowo pengganti Jokowi di 2024,” kata Ketua Jokowi Mania Imanuel Ebenezer dihubungi Tempo.co, di Jakarta, Jumat, 29 Oktober 2021

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah