26.5 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Solar Langka, Impor dari Rusia Jadi Opsi

JAKARTA|ACEHINFO-Pertamina membuka opsi untuk mengimpor minyak dari Rusia, demi mengatasi kelangkaan solar bersubsidi di pasaran. Sejumlah kalangan menyatakan mendukung langkah itu, meski di tengah kekhawatiran sanksi internasional terhadap hal itu.

Kelangkaan solar bersubsidi memang lebih banyak terjadi karena adanya kelompok tak berhak ikut memborong emas hitam itu untuk menunjang industrinya. Di sisi lain, harga minyak mentah dunia kini berada di titik nadir, akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi khawatir kelangkaan solar bersubsidi berimbas terhadap kenaikan harga sembako. Baidowi menilai rencana pemerintah mengimpor minyak mentah dari Rusia bisa jadi alternatif bagus mengatasi kelangkaan solar bersubsidi.

“Jangankan di luar Jawa, di Pulau Jawa saja solar subsidi mengalami kelangkaan. Karena memang, berdasarkan pengakuan dari Pertamina, itu antara supply dan demand, itu lebih banyak demand-nya dari pada supply,” kata Baidowi, kepada wartawan Jumat.

Menurutnya impor minyak dari Rusia juga dapat mencegah monopoli. Dia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kelangkaan solar. Dia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kelangkaan solar.

“Sebagai sebuah alternatif saya kira bagus-bagus saja biar tidak terjadi monopoli. Kami harapkan ada prioritas bagi pemerintah untuk menyediakan solar yang subsidi,” tambahnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya memang membuka opsi untuk melakukan impor itu. Pertamina sedang melakukan pendekatan terkait rencana pembelian minyak murah tersebut.

“Di saat situasi geopolitik ini, kita melihat ada opportunity untuk membeli minyak Rusia dengan harga yang baik. Pak Taufik sudah melakukan approach terkait hal itu,” katanya saat rapat dengan Komisi VI DPR, Senin lalu.

Menurut Nicke, minyak mentah tersebut rencananya akan diolah di Kilang Balongan. Namun demikian pembelian minyak menunggu revamping kilang tersebut direncanakan tuntas Mei 2022.

Saat ini, Kilang Balongan hanya bisa menerima minyak mentah dengan tingkat yang sulfur rendah, seperti yang diproduksi oleh Saudi Aramco. Harga minyak ini tergolong mahal dan suplainya terbatas.

“Dengan revamping ini, salah satunya yang selesai Mei 2022 kilang Balongan, Balongan ini akan lebih fleksibel menggunakan jenis crude apapun,” ujarnya.

Pengamat Ekonomi Energi dan Pertambangan Univestias Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi, mengatakan Pertamina sebaiknya memperhitungkan sejumlah kemungkinan sebelum membeli minyak mentah dari Rusia. Menurut dia, Pertamina harus jeli melihat kondisi perang yang kemungkinan bisa berdampak pada kepastian ketersediaan minyak asal Rusia.

“Harga minyak lebih murah iya, karena konsumennya yang ada di Eropa barat sedang menerapkan sanksi kepada Rusia. Tapi kemudian diperhitungkan juga resiko apakah dalam kondisi perang itu, Rusia masih bisa mengirim minyak mentahnya?” kata Fahmy seperti dikutip Katadata.

Perihal kemungkinan adanya dampak terhadap kondisi politik di Indonesia, Fahmy menyebut, jika nantinya Indonesia sepakat untuk membeli minyak mentah asal Rusia, secara geopolitik hal tersebut tidak akan berpengaruh kepada Indonesia. Menurutnya, Indonesia sebagai negara non blok, pembelian minyak Rusia tidak akan berpengaruh secara politis terhadap Indonesia.

“Bahkan kalau memang menguntungkan beli minyak dari Rusia, ya beli saja. Tapi kalau masalah geopolitik atau keberpihakan tidak jadi soal. Karena Indonesia sikapnya tidak memihak sama sekali walau sempat mengecam adanya konflik,” sebutnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI