27 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Status Jalan Sawang Aceh Utara Perlu Ditingkatkan

BANDA ACEH | ACEH INFO – Jalan Sawang, Aceh Utara, saat ini telah banyak diakses oleh masyarakat dari lintas kabupaten menuju tempat wisata Gunung Salak. Jalan ini juga sering dipergunakan bagi wisatawan yang hendak menuju Kabupaten Bener Meriah dan Takengon serta ke Bireuen. Namun, sayangnya, Jalan Sawang saat ini dalam kondisi rusak meski kerap diperbaiki setiap tahunnya.

“Setiap tahun saya memplotkan anggaran aspirasi untuk perbaikan jalan Sawang, padahal status jalan tersebut berada di bawah wewenang kabupaten,” ungkap Anggota DPR Aceh, Tarmizi Panyang, Selasa, 8 November 2022.

Perbaikan Jalan Sawang tersebut, menurut Panyang, telah dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai anggota legislatif di DPR Aceh. Pada tahun 2018, Panyang sempat mengucurkan dana aspirasi sekitar Rp3 miliar untuk memperbaiki jalan yang kerap dilalui truk pengangkut material tersebut. Selanjutnya pada tahun 2019, politisi Partai Aceh ini juga mengucurkan dana aspirasi sebesar Rp2 miliar, kemudian duit senilai Rp1,5 miliar pada tahun 2020, dan Rp1 miliar pada tahun 2022. Namun, jalan tersebut terus saja rusak.

Panyang mengakui caranya memperbaiki Jalan di Kecamatan Sawang tersebut tidak optimal karena hanya memiliki dana kecil. Lagipula dia tidak bisa memplotkan penggunaan anggaran reguler dari APBA karena terbentur regulasi.

“Status jalan itu berada di bawah wewenang kabupaten, jika hendak diplotkan anggaran reguler dari APBA, itu tidak bisa. Perlu ditingkatkan statusnya menjadi di bawah wewenang provinsi, dan itu baru bisa kita perbaiki dengan maksimal menggunakan aspal hotmix,” papar Sawang.

Saat ini, kata Panyang, hanya sekitar lima ruas jalan yang ada di Aceh Utara, yang berada di bawah wewenang provinsi seperti Jalan KKA, Jalan Cot Girek, dan Jalan Cut Meutia. Sementara lainnya masih berada di bawah wewenang Aceh Utara, termasuk Jalan Sawang yang hari ini mulai ramai dikunjungi pelintas antar kabupaten dan wisatawan lokal menuju daerah wisata dataran tinggi Gayo.

Meskipun Jalan Sawang bukan wewenang provinsi, tetapi selaku anggota DPR Aceh yang berasal dari Dapil Aceh Utara, Panyang terus berpikir bagaimana akses transportasi di sana tetap mulus dan mudah dilalui masyarakat untuk ke sekolah, ke pasar, atau melakukan aktivitas lainnya. Selama ini, dia hanya bisa mengandalkan dana aspirasi yang jumlahnya sedikit untuk membantu peningkatan jalan tersebut.

“Jadi ketika kita mau mengambil uang reguler dari APBA, itu tidak bisa karena berbenturan dengan regulasi status jalan. Tetapi tetap kita usahakan mencari jalan keluar untuk perbaikan jalan itu dengan cara menempel pembangunannya melalui uang aspirasi saya,” kata Tarmizi Panyang.

Dia turut mengapresiasi sikap Muspika Sawang yang melakukan rehab berat jalan dengan cara swadaya dan gotong royong bersama pengusaha-pengusaha Sawang. Meskipun jalan tersebut kerap diperbaiki dengan sistem tempel anggaran aspirasi setiap tahunnya, tetapi kondisi di beberapa titik mulai ada yang rusak.

Tarmizi Panyang tidak menyalahkan Kabupaten Aceh Utara atas kondisi ruas jalan Sawang tersebut. Apalagi, menurutnya Pemkab Aceh Utara telah sering menyuarakan agar status Jalan Sawang ditingkatkan menjadi kewenangan provinsi, tetapi hingga saat ini belum dapat direalisasikan.

“Saya juga pernah mengusulkan kepada Pansus di tingkat kabupaten untuk peningkatan status Jalan Sawang. Tetapi sampai sekarang belum ada perubahan. Jadi saya berinisiatif untuk mengajak Kepala Dinas PUPR Aceh untuk sama-sama meninjau ruas jalan di Aceh Utara yang berpotensi untuk ditingkatkan menjadi kewenangan provinsi, salah satunya jalan di Kecamatan Sawang,” kata Tarmizi Panyang lagi.

Tarmizi Panyang menitikberatkan bahwa Jalan Sawang merupakan akses strategis yang selama ini dipergunakan untuk jalur keluar masuk produk material untuk lima kabupaten dan kota, yaitu Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Bireuen, Langsa dan Aceh Timur. “Maka ruas Jalan Sawang tidak akan mulus kalau tidak diaspal hotmix. Nah untuk mendapat hotmix ini harus dengan peningkatan status, dan itu sudah sering saya suarakan di Banda Aceh agar diaspal hotmix, tetapi tidak bisa. Karena itu, saya tetap berupaya memperbaiki jalan tersebut meski hanya menempel-nempel anggaran melalui aspirasi,” katanya.

Selain itu, jalan tersebut juga pantas ditingkatkan untuk berada di bawah wewenang provinsi karena juga menjadi jalur alternatif menuju Bener Meriah serta Bireuen, dan rute menuju kawasan wisata Gunung Salak.

“Jadi sudah berhak ditingkatkan statusnya untuk kewenangan provinsi. Saya sangat berharap kepada Dinas PUPR Aceh agar Jalan Sawang dapat dianggarkan dalam anggaran rehab berat, mengingat pemerintah kecamatan muspika plus malah sudah bergotong royong karena untuk kebutuhan akses transportasi warga dan anak-anak sekolah,” pungkas Tarmizi Panyang.[]

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI