27.9 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Terima Kunjungan Menteri LHK, Wali Nanggroe: Kerusakan Hutan Aceh Minim Semasa Konflik

spot_img

BANDA ACEH | ACEH INFO – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI), Siti Nurbaya Bakar membahas perkembangan terkini serta upaya penyelamatan lingkungan dan hutan dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar, Kamis, 15 September 2022.

Kedatangan Prof. Siti bersama rombongan ke Meuligoe Wali Nanggroe turut didampingi oleh Anggota DPR RI asal Aceh, T.A Khalid, dan Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU.

Sementara Wali Nanggroe didamping Staf Khusus, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, Dr. Rustam Effendi, Dr. M. Raviq serta Kabag Kerjasama dan Humas M. Nasir Syamaun, MPA.

M. Nasir menerangkan, selain membahas tentang Lingkungan dan Hutan Aceh, pertemuan yang diawali makan siang bersama itu juga turut membahas perkembangan implementasi Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) Nomor 11 Tahun 2006 dan poin-poin MoU Helsinki 2005.

Usia pertemuan, Prof. Siti mengaku menerima banyak informasi dan masukan terkait kerusakaan hutan dan lingkungan di Aceh, serta upaya penyelamatannya.

“Hal-hal yang terkait dengan lingkungan dan kehutanan tadi kita bicarakan untuk diselesaikan. Kita akan dalami secara lebih konkrit dengan data spasial yang rinci dan juga nanti akan dilakukan study policy analisis bersama-sama,” ujar Prof. Siti.

Selain itu, tambah Prof. Siti, pihakya juga membahas persoalan terkait implementasi UUPA yang merupakan aktualisasis dari kekhususan dan keistimewaan Aceh.

Menurutnya, ada beberapa implementasinya yang masih terjadi kesenjangan, yang harus diformulasikan dan disesuaikan sebaik-baiknya sesuai dengan dengan harapan UUPA dan Mou Helsinki.

Sementara itu, Wali Nanggroe meminta Kementerian LHK untuk lebih optimal dalam menjaga lingkungan dan hutan Aceh dari berbagai upaya perusakan yang saat ini semakin marak.

Sedikit berkisah ke masa lalu, Wali Nanggroe mengatakan, saat konflik, selain harus berjibaku menghadapi aparat keamanan RI, saat itu pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) juga dibebankan tugas untuk menjaga hutan beserta satwa yang ada di dalamnya.

“Semasa konflik, kerusakan bisa dikatakan sangant minim. Namum setelah damai, kondisinya semakin mengkhawatirkan,” kata Wali Nanggroe.

Dari hasil pertemuan tersebut, Wali Nanggroe berharap ada upaya maksimal dari semua pihak, termasuk oleh Kementerian LHK dalam upaya menjaga lingkungan dan hutan Aceh.

“Karena jika lingkungan dan hutan tidak kita jaga dengan baik, akan dapat menimbulkan berbagai macam bencana alam, yang akibatnya tidak hanya saja materil, tapi korban jiwa,” tegas Wali Nanggroe.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah