27.9 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Ternak Ayam Broiler, BUMG di Aceh Utara Ini Raup Omzet Ratusan Juta Per Tahun

spot_img

LHOKSUKON | ACEH INFO – Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Gampong Seumirah Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, mampu memperoleh pendapatan Rp 400 juta per tahun. Pendapatan itu diperoleh dari usaha peternakan ayam broiler atau ayam ras pedaging.

Hal tersebut diketahui dari penyampaian Keuchik Gampong Seumirah, Lukman Ilyas saat dikunjungi langsung Pj Bupati Aceh Utara, Azwardi, di lokasi lahan peternakan di gampong setempat pada Rabu, 14 September 2022.

Di hadapan Pj Bupati Aceh Utara dan rombongan, Lukman memaparkan tentang tahapan membangun peternakan yang dirintis sejak tahun 2019 itu.

“Usaha peternakan ini dilakukan BUMG Beudoh Beusaree berawal dari penyertaan modal bersumber dari dana desa, dari APBG. Usaha ini kita mulai sebelum Covid-19, alhamdulillah saat ini sudah menampakkan hasil,” ungkap Lukman didampingi ketua BUMG Beudoh Beusaree M Dahlan Andib.

Kata Lukman, Usaha tersebut dibangun di atas lahan seluas lima hektare dengan luas kandang ayam 126×12 meter. Kandang ayam tersebut mampu menampung 24 ribu ekor ayam.

“Saat ini ada 21 ribu ekor ayam, kandang bisa menampung sampai 24 ribu ekor. Dalam sekali panen setiap 38 hari saat ayam mencapai berat 2,2 kilogram. Jumlah panen rata-rata 45-50 ton. Dalam 1 ton daging, keuntungan kotor yang diperoleh sekitar Rp 120-130 juta, dengan rata-rata biaya operasional berkisar Rp 45 juta. Dalam setahun bisa 6-8 kali panen dengan rata-rata keuntungan per panen sekitar Rp 70 juta,” terang Lukman.

Mendengar keterangan Lukman, Pj Bupati menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemberdayaan ekonomi yang dilakukan Gampong Seumirah. Menurutnya, Gampong Seumirah mampu memaksimalkan penggunaan dana desa.

“Ini adalah contoh pengelolaan dana desa yang berhasil, memberikan manfaat untuk masyarakat. Masyarakat bisa terlibat langsung dalam usaha peternakan ayam ini. Masyarakat ikut diberdayakan, ini penting untuk untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ada lapangan kerja untuk warga gampong juga,” ungkap Azwardi.

Azwardi menyebutkan, dari pola peternakan yang dilakukan di Gampong Seumirah ini termasuk model integrated farming atau pertanian terpadu.

“Model pertanian ini terpadu, di dalam lahan ada tanaman pinang, pepaya, cabai dan rumput odot untuk pakan ternak sapi. Dari hasil pengembangan usaha BUMG, sebagaimana dikatakan keuchik mereka mampu membeli 13 ekor hewan ternak sapi. Lalu, kotoran ayam ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk juga. Dan ini kita jadikan role model agar bisa dicontoh oleh gampong lainnya,” terang Azwardi.

Lanjut Azwardi, pihaknya melalui dinas terkait akan menjadikan lokasi peternakan di gampong Seumirah sebagai model untuk pengembangan sentra peternakan. Dirinya mengatakan bahwa gampong lain di Aceh Utara bisa belajar bagaimana pengelolaan dana desa di gampong yang berlokasi di jalan lintas KKA-Bener Meriah itu.

“Kebutuhan akan daging ayam di Aceh Utara sendiri tidak mencukupi, ini kita ketahui dari laporan hasil survei Bank Indonesia Lhokseumawe, jika peternakan ini bisa kita kembangkan, kita harapkan dapat memenuhi kebutuhan daging ayam di Aceh Utara,” harap Azwardi.

Pada hari yang sama, BUMG Malem Muda Gampong Blang Rheue Kecamatan Baktiya Barat juga dikunjungi Pj Bupati Aceh Utara. BUMG tersebut juga menjalankan usaha peternakan ayam pedaging.

Kandang ayam yang dimiliki BUMG yang memiliki luas 80×12 meter dengan kapasitas 17 ribu ekor ayam. Usaha tersebut mulai dijalankan sejak awal tahun 2021 dengan modal awal yang juga bersumber dari dana desa.

“Dalam satu kali panen rata-rata sekitar 30 ton dengan omzet mencapai Rp 90 juta setiap kali panen. BUMG ini juga membuka lapangan kerja kepada 3 warga gampong setempat. Karena prospeknya bagus, kita sedang mengupayakan pengembangan dengan membangun kandang ukuran yang sama di sebelahnya,” kata Keuchik Syahrul Razi didampingi Ketua BUMG Darwin.

Pada kesempatan yang sama, Pj Bupati Aceh Utara juga melihat langsung kebun cabai milik warga Blang Seunong, Kecamatan Baktiya Barat. Salah satu kebun cabai yang dikunjungi milik Muhammad.

Jumlah tanaman cabai yang ditanam di kebun yang berada persis samping rumahnya itu sekitar 2000 batang. Saat harga cabai 80 ribu per kilogram, ia mengaku dapat meraih omzet sampai puluhan juta.

“Dalam sekali panen rata-rata sekitar 50 kilogram, jika harga jual 75-80 ribu per kilo maka dalam sekali panen kadang mencapai Rp 4 juta,” ujar Muhammad.

Pj Bupati mengatakan bahwa penanaman cabai yang dilakukan masyarakat ini merupakan bagian dari usaha menekan inflasi daerah. Di hadapan petani dan masyarakat yang hadir, Azwardi meminta kepala dinas terkait, camat, serta unsur penyuluh pertanian, agar terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani.

“Harga cabai agak lumayan tinggi, untuk kebutuhan cabai di Aceh Utara berdasarkan laporan statistik Bank Indonesia kita agak defisit, jadi ini harus kita jaga. Terkait dengan komoditas di Aceh Utara itu antara lain cabai dan bawang merah, kita harapkan dengan mengajak masyarakat untuk menanam cabai dan bawang merah bisa menekan harga,” pinta Azwardi.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah